Breaking News:

Vaksin Covid

BPOM: Vaksin Bukan Satu-satunya Cara Memutus Penularan Covid-19

Juru Bicara Vaksinasi dari BPOM Lucia Rizka Andalusia mengingatkan bahwa adanya vaksin bukan berarti memutus penyebaran Covid-19.

Editor: Ananda Putri Octaviani
AFP
Ilustrasi Vaksin Covid-19. 

TRIBUNWOW.COM - Indonesia diketahui telah memesan vaksin Covid-19 Sinovac.

Meski demikian, Juru Bicara Vaksinasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Lucia Rizka Andalusia mengingatkan bahwa adanya vaksin bukan berarti memutus penyebaran Covid-19.

Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com pada Sabtu (19/12/2020), protokol kesehatan tetap menjadi bagian penting dalam memutus mata rantai Covid-19.

Vaksin Covid-19 buatan Sinovac tiba di Kantor Pusat Bio Farma, Bandung, Senin (7/12/2020). Vaksin asal Cina tersebut tiba di Indonesia melalui terminal cargo Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Minggu (6/12/2020) malam.
Vaksin Covid-19 buatan Sinovac tiba di Kantor Pusat Bio Farma, Bandung, Senin (7/12/2020). Vaksin asal Cina tersebut tiba di Indonesia melalui terminal cargo Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Minggu (6/12/2020) malam. (TRIBUNNEWS/BIRO PERS/MUCHLIS Jr)

Baca juga: Wiku Adisasmito Ungkap Kunci untuk Turunkan Kasus Covid-19: Kedisiplinan Masyarakat Harus Terjaga

"Vaksin bukan satu-satunya cara untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. Setelah mendapatkan vaksin tentu kita tetap harus menjalankan protokol kesehatan dengan 3M," ujar Lucia dalam Seminar Daring Nasional bertajuk "Vaksinasi Covid-19 Negara dan Rakyat Siap?" pada Jumat (18/12/2020).

Menurutnya protokol 3M cukup sederhana dilakukan.

Sehingga semua pihak seharusnya sudah mengerti akan hal ini dan sudah terbiasa.

Apalagi pandemi sudah berjalan selama 10 bulan.

Lucia menegaskan, meski nantinya orang sudah divaksin Covid-19, bukan berarti protokol kesehatan ditinggalkan.

Apalagi vaksin Covid-19 merupakan sesuatu yang masih baru di dunia kesehatan.

Berbeda dengan vaksin-vaksin dari penyakit lainnya.

"Vaksin ini sangat baru, lain dengan vaksin lainnya yang sudah pernah ada dan sudah pernah digunakan puluhan tahun. Sudah punya pengalaman terhadap khasiat dan keamanannya," kata Lucia.

Meski masih baru, Lucia mengatakan bahwa vaksin tetap bisa mampu membentuk kekebalan tubuh.

Selama uji klinis yang dilakukan BPOM pada vaksin ini belum selesai, masyarakat diingatkan untuk tetap menjaga protokol kesehatan.

"Kalau bisa ya virusnya jangan masuk dulu. Caranya agar virus tak masuk ya pakai masker dan lainnya," imbuh dia.

Baca juga: Perkembangan Terbaru Vaksin Covid-19 Sinovac di Indonesia hingga Potensi Vaksin Lainnya

BPOM Pastikan Keamanan Vaksin

Keamanan dan efektivitas vaksin Covid-19 yang didatangkan Indonesia masih banyak diragukan.

Sedangkan uji klinis Covid-19 hingga kini masih oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) masih berlangsung.

Dikutip TribunWow.com dari Tribun Palu pada Jumat (18/12/2020), BPOM saat ini masih melakukan penelitian pada vaksin Covid-19 dengan tim dari Universitas Padjajaran.

"Sekarang kita sedang berproses untuk observasi, nanti tentunya hasil dari observasi ini akan melihat aspek keamanannya dan terutama efektivitasnya."

"Periodenya 1 bulan, 3 bulan, dan 6 bulan," jelas Kepala BPOM Penny K. Lukito yang dikutip dari keterangan pers KPCPEN, Kamis (17/12/2020).

Penny mengatakan, hasil pengujian itu nantinya akan menjadi dasar penentuan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA).

"Nah hasil evaluasi tersebut yang jadi dasar kita menentukan Emergency Use Authorization (EUA), untuk EUA efikasi boleh cukup 50%, dan untuk vaksin 70%," imbuhnya.

Demi keamanan vaksin, Penny menegaskan bahwa dalam menentukan keamanan dan efektivitas Covid-19 harus berdasarkan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Ada pula didasarkan dari regulator negara lain seperti BPOM Amerika Serikat atau dikenal FDA.

Tak sampai di sana, pihak BPOM juga melibatkan Majelisn Ulama Indonesia (MUI) untuk menjamin kehalalan vaksin Covid-19.

"Dan itulah mengapa Badan POM sudah inspeksi bersama tim dari MUI untuk audit halal, juga bersama Bio Farma, dan Kementerian Kesehatan sudah melakukan inspeksi di Cina," kata Penny. (TribunWow.com/Mariah Gipty)

Sebagian artikel ini diolah dari Kompas.com dengan judul  BPOM: Vaksin Bukan Satu-satunya Cara untuk Memutus Mata Rantai Covid-19 Tribun Palu dengan judul Pastikan Keamanan dan Efektivitas Vaksin Covid-19, BPOM: Sesuai Standar Internasional

Sumber: TribunWow.com
Tags:
VaksinCovid-19Virus CoronaBadan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved