Terkini Daerah
Misteri Kematian Pria di Samosir, Istri Bilang Suami Bunuh Diri Minum Racun, Keluarga Curiga
Kematian Lamhot Simarmata (31), warga Samosir, Sumatera Utara dinilai janggal oleh pihak keluarga. Ini kata kepolisian.
Editor: Mohamad Yoenus
TRIBUNWOW.COM - Kematian Lamhot Simarmata (31), warga Samosir, Sumatera Utara dinilai janggal oleh pihak keluarga.
Dikutip dari Tribun Medan, keluarga yang melihat kejanggalan di balik tewasnya Lamhot segera melaporkannya ke polisi.
Kasat Reskrim Polres Samosir AKP Suhartono mengatakan, Lamhot Simarmata meninggal dunia dan berdasarkan pengakuan istri karena bunuh diri minum racun.
Baca juga: Penampakan 6 Uang Rupiah yang Tak Lagi Berlaku Tahun Depan, Segera Tukarkan di Kantor BI Terdekat
Namun keluarga Lamhot curiga ada unsur kesengajaan, sehingga melapor kePolsek Harian.
"Istri korban, Riana boru Sagala kepada pihak keluarga, korban Lamhot Simarmata meninggal karena minum racun," kata AKP Suhartono saat dikonfirmasi oleh Tribunmedan.id pada Rabu (16/12/2020).
Walau Riana boru Sagala telah memberikan alasan, keluarga tidak serta merta percaya.
Maka, pihak keluarga mengambil keputusan melaporkannya kepada pihak yang berwajib.
Baca juga: Saling Jawab Ridwan Kamil dan Mahfud MD terkait Pihak yang Bertanggungjawab soal Kasus Habib Rizieq
Sesuai laporan yang diterima Polres Samosir, Pada Senin (14/12/2020) sekira pukul 14.00 WIB, James Simarmata selaku orangtua dari korban Lamhot Simarmata diberitahukan oleh Sangap Simanjorang bahwa korban Lamhot Simarmata telah meninggal dunia.
"Kalau ceritanya, istri korban itu membawa korban itu ke rumah orangtuanya," ujar AKP Suhartono pada Rabu (16/12/2020) saat dikonfirmasi oleh tribunmedan.id.
"Kata istrinya, korban meninggal akibat minum racun."
"Jadi ditengok keluarganya, kok ada lebam atau bekas luka yang mencurigakanlah, ada luka-luka sikit lah, tapi bukan luka tusukan atau gimana lah."
"Makanya pihak keluarga menaruh curiga lah."
"Dengan kecurigaan mereka, lalu melapor ke polsek terdekat, yakni Polsek Harian Boho. Lalu, Polsek Harian Boho lalu berkoordinasi dengan kita," sambungnya.
Dengan demikian, pihak kepolisian langsung bergerak dan membawa korban ke RS Hadrianus, Pangururan untuk melengkapi administrasi sebelum berangkat ke RS Bhayangkara Medan.
"Kita langsung gerak dan sampaikan bahwa kalau memang curiga, kita autopsi ajalah gitu untuk autopsi, kita bawa dulu ke Rumah Sakit Hadrianus Pangururan supaya kita melengkapi administrasi untuk autopsi ke Bhayangkara Tingkat II Medan," lanjutnya.
Baca juga: Sudah 14 Hari, Gubernur Anies Baswedan Belum Dinyatakan Negatif Covid-19, Masih Lakukan Isolasi