Pilkada Serentak 2020
Rekap Hasil Hitung Cepat Pilkada Solo, Medan, Tangsel 2020: Tak Semua Dinasti Politik Berjaya
Berikut ini rekap sementara hasil hitung cepat Pilkada Serentak 2020, ternyata tak semua kerabat dan keluarga yang disebut dinasti politik berjaya.
Editor: Rekarinta Vintoko
Sedangkan pasangan Muhammas-Rahayu Saraswati meraih 36,01 persen suara.
Adapun pasangan Siti Nur Azizah-Rumahaben meraih 23,75 persen suara.
Beda Jokowi effect dan Ma’ruf effect
Menanggapi temuan tersebut, Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago menilai ada banyak hal yang memengaruhi kemenangan dan kekalahan calon kepala daerah di Pilkada 2020.
Ia menilai, tak ada jaminan bagi calon yang terikat dengan dinasti politik tertentu bisa memenangkan Pilkada.
Sebabnya, belum tentu dinasti politik yang dimilikinya akan memberikan pengaruh untuk menarik minat masyarakat pemilih.
Dalam kasus putra dan menantu Jokowi, Pangi menilai pengaruh figur presiden di sana tentu memberikan sumbangsih.
Hal itu terlihat dari perolehan suara Gibran dan Bobby yang mampu mengungguli lawannya.
Hal itu disebabkan kuatnya figur Jokowi yang sudah mengakar di masyarakat, khususnya di Kota Solo yang menjadi basis awal Jokowi membangun karir politiknya.
"Jadi Jokowi effect dan Ma’ruf effect ini berbeda ya," kata Pangi saat dihubungi Kompas.com.
Efek Jokowi ini menurut Pangi berbeda dengan Wakil Ma’ruf Amin dan Prabowo yang tak terlalu mengakar khususnya di Tangerang Selatan.
Menurut Pangi, masyarakat khususnya di Tangerang Selatan belum merasa memiliki keterikatan langsung denga figur Ma'ruf dan Prabowo.
Akibatnya, Siti Nur Azizah dan Rahayu Saraswati tak cukup mendapatkan modal sosial meslkipun keduanya anggota keluarga wakil presiden dan ketua umum partai besar.
Pangi menambahkan, kekuatan petahana dan situasi sosial di daerah tersebut juga harus diperhitungkan.
Di Medan misalnya, bencana banjir yang baru sajat terjadi sebelum hari pencoblosan tentu membawa kerugian bagi Akhyar selaku petahana, dan Bobby secara tak langsug pun diuntungkan.