Breaking News:

Terkini Nasional

Kronologi Karni Ilyas Dipanggil Kejati NTT soal Kasus Pengalihan Aset Rugikan Negara hingga Rp 3 T

Karni Ilyas tiba-tiba saja dipanggil oleh Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (NTT) atas kasus pengalihan aset tanah seluas 30 hektar di Labuan Bajo.

Penulis: Mariah Gipty
Editor: Rekarinta Vintoko
Channel YouTube Indonesia Lawyers Club
Karni Ilyas tiba-tiba saja dipanggil oleh Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (NTT) atas kasus pengalihan aset tanah seluas 30 hektar di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT. 

“Jika tidak datang besok untuk diperiksa sebagai saksi, maka jaksa jadwalkan ulang panggilan kedua untuk diperiksa sebagai saksi," ujar Kajati NTT, DR. Yulianto melalui Kasi Penkum dan Humas, Abdul Hakim.

Abdul Hakim mengatakan bahwa dalam kasus ini diduga telah merugikan negara sekitar Rp 3 triliun.

Sebelum memanggil Karni Ilyas dan Gories Mere, Kejati NTT telah memeriksa lebih dari 40 saksi termasuk para pejabat pemerintahan Kabupaten Manggarai Barat.

Pada 13 Oktober 2020 lalu, Abdul Hakim menjelaskan bahwa camat hingga ahli waris juga dipanggil dalam kasus ini.

Baca juga: Respons Ali Ngabalin saat Dicurigai Karni Ilyas sebagai Intel KPK soal Penangkapan Edhy Prabowo

"Saksi semua dari NTT semua, ada bupati, mantan camat juga. Saksi semua sudah 40 lebih, termasuk juga ahli waris yang punya tanah untuk menerangkan tanah itu bagaimana ceritanya," jelas Abdul Hakim.

Abdul Hakim mengatakan, dari 30 hektar yang sebenarnya milik pemerintah itu dikuasai oleh beberapa orang saja.

Bahkan enam hektar sudah bersetifikat hak milik.

"Yang sudah bersertifikat ada sekitar 6 hektar, sisanya belum bersertifikat tapi sudah dikuasai."

"Ia juga membantah informasi yang menyebut penguasaan tanah itu oleh 20 orang. Siapa bilang (20 orang yang menguasai 30 hektar tanah), hanya beberapa orang," ujar Abdul Hakim.

Meski demikian, Abdul Hakim enggan menyebut siapa saja orang-orang yang telah menguasai tanah yang seharusnya menjadi milik negara itu.

"Orang mana, ndak taulah saya, orang jakarta atau orang mana.Pokoknya nanti lah, pokoknya orang penting, pengusaha, pejabat negara, pejabat daerah macam macam," pungkasnya.

Halaman
1234
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved