Breaking News:

Kabar Duka

Diego Armando Meninggal, Argentina Terapkan Masa Berkabung Nasional selama 3 Hari

Kepedihan publik Argentina atas kepergian legenda sepak bola mereka, Diego Armando Maradona, tiada tara.

AFP PHOTO / Sergei GAPON
Legenda Argentina, Diego Maradona menjajal bermain bola setibanya di stadion di Brest, Senin (16/7). Diego Maradona mengunjungi Belarus untuk pertama kalinya setelah menjadi presiden klub sepak bola, Dinamo Brest. 

TRIBUNWOW.COM - Kepedihan publik Argentina atas kepergian legenda sepak bola mereka, Diego Armando Maradona, tiada tara.

Pemerintah Argentina pun menetapkan masa berkabung nasional selama tiga hari setelah sang legenda mengembuskan napas terakhirnya.

"Presiden Argentina telah memerintahkan masa berkabung nasional selama tiga hari untuk mengenang kepergian Diego Armando Maradona," tulis pernyataan dari Pemerintah Argentina, seperti dikutip TYC Sports.

Presiden Argentina Alberto Fernandez juga mencuitkan foto ketika dia dan Maradona saling berpelukan.

Baca juga: Mengenang Diego Maradona, Si Tangan Tuhan yang Dikelilingi Sederet Prestasi dan Kontroversi

 
 
 

Anda membawa kami ke puncak dunia. Anda membuat kami sangat bahagia. Anda adalah yang terhebat dari semuanya. Terima kasih karena telah hadir di dunia ini, Diego. Kami akan merindukanmu selamanya,” tulis sang presiden dalam akun Twitter-nya.

"Semua pintu di negeri ini terbuka untuk Diego," tutur Fernandez dalam sebuah dialog lanjutan dengan TYC Sports.

Wakil Presiden Argentina Cristina Fernandez juga turut menyuarakan kepedihannya atas kepergian Maradona.

"Banyak sekali kepedihan. Seorang yang hebat telah meninggalkan kita. Selamat jalan Diego, kami cinta kamu. Pelukan besar kepada seluruh keluarga dan mereka yang ditinggalkan," cuitnya sembari memasang foto Maradona mengangkat Piala Dunia 1986 di Meksiko.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Memasuki 2020, kondisi Diego Maradona memburuk.

Tiga hari setelah merayakan ulang tahun yang ke-60, pemilik nama lengkap Diego Armando Maradona itu dilarikan ke rumah sakit.

Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter yang merawat Maradona mengungkapkan bahwa ia mengalami pembekuan darah di otak atau biasa disebut subdural hematoma.

Baca juga: Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun, Kabar Duka, Striker Legendaris Timnas Ricky Yacobi Meninggal Dunia

Tim dokter yang dipimpin oleh Dr Leopoldo Luque kemudian melakukan operasi terhadap Maradona pada awal November.

Maradona dikabarkan tinggal di sebuah rumah mewah di Tigre, Buenos Aires, untuk menjalani masa pemulihan dengan dikelilingi oleh sanak keluarganya.

Namun, Diego Maradona dinyatakan meninggal dunia karena serangan jantung pada Rabu (25/11/2020).

Ikuti kami di
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
Editor: Claudia Noventa
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved