Terkini Daerah
Kronologi Pria di OKI Tembak Tetangga, Berawal dari Anak Mereka yang Terlibat Cinta Sesama Jenis
Pembunuhan di Sungai Ceper, kecamatan Sungai Menang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel, menghebohkan warga sekitar.
Editor: Mohamad Yoenus
Kemudian saat proses musyawarah antara kedua keluarga tersebut akan dilaksanakan, pelaku Tivi tidak terima karena keluarga korban yang menghadiri musyawarah saat itu hanya 3 orang.
"Pelaku lantas keluar dari Masjid dan sempat pulang ke rumah sesaat. Pelaku kembali lagi ke masjid sambil memaki keluarga korban 'Kamok dak ngehargai keluarge kamek namenye sangkan datang cuma dikit' begitu teriaknya," katanya dan pelaku langsung menembak korban.
Pelaku menembak ke arah korban sebanyak satu kali tembakan, yang mengenai kepala korban bagian samping kanan dan menembus rongga kepala.
"Pelaku menembak korban yang berada di depan Masjid. Akibat tembakan yang langsung mengenai kepala, maka korban meninggal dunia di tempat kejadian," ucapnya.
Masih kata Iryansyah, begitu korban tersungkur pelaku langsung berlari dan sempat menembak lagi sebanyak 1 kali ke udara.
Baca juga: Setelah Begal dan Tembak Joko hingga Tewas, Pelaku Malah Lanjut Rampas Harta IRT di Desa Lain
"Pelaku langsung diamankan oleh warga dan menghubungi pihak kepolisian guna melakukan penangkapan terhadap pelaku,"
"Dan saat ini pelaku sudah dibawa ke Mapolsek Sungai Menang bersama barang bukti guna penyidikan lebih lanjut," tutupnya.
Pasangan Sesama Jenis Melarikan Diri
Peristiwa penembakan yang dilakukan Tivi (40 tahun) hingga menyebabkan nyawa Kodir melayang terjadi di Masjid Nurul Iman Dusun II Desa Sungai Ceper, Kecamatan Sungai Menang, Kabupaten Ogan Komering Ilir.
Tindak pidana penembakan tersebut dilatarbelakangi oleh permasalahan percintaan sesama jenis antara anak pelaku bernama Iin dan anak korban bernama Shinta.
Dalam keterangannya, Kepala Desa Sungai Ceper, Kaharno menyebutkan hubungan kedua anak Shinta dan Iin ini memang sangat akrab dan telah tinggal serumah selama setahun lebih.
"Kalau untuk hubungan spesial mereka saya kurang paham. Tetapi setahu saya mereka berdua ini sangat dekat hingga tidur makan pun bersama, bahkan si Iin ini lebih dari setahun menginap di rumah pelaku," ujarnya melalui sambungan telepon, Selasa (24/11/2020).
"Karena saking dekatnya, maka orang tua korban sudah menganggap Shinta sebagai anak sendiri. Sebelum perkelahian antar keduanya terjadi," tambahnya ujarnya melalui sambungan telepon, Selasa (24/11/2020).
Baca juga: Satu Pelaku Begal Bercelurit di Penjaringan Ditembak Polisi, sempat Melawan dan Coba Melarikan Diri
Diterangkan Kades, perkelahian yang dimaksud yakni karena Shinta dan Iin sempat berselisih paham sebab ucapan.
Hingga keluarga pelaku tidak menerima perkataan anak korban.