Breaking News:

Pilpres Amerika Serikat 2020

Meski Tak Mau Akui Kekalahan, Donald Trump Kini Sebut Transisi Kekuasaan ke Joe Biden Bisa Dimulai

Donald Trump telah menerima bahwa pemindahan kekuasaan ke pemerintahan Presiden terpilih AS, Joe Biden, bisa dimulai.

Editor: Lailatun Niqmah
Angela Weiss and Mandel Ngan/AFP
Joe Biden (kiri) - Donald Trump (kanan). Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah menerima bahwa pemindahan kekuasaan ke pemerintahan Presiden terpilih AS, Joe Biden, bisa dimulai. 

TRIBUNWOW.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah menerima bahwa pemindahan kekuasaan ke pemerintahan Presiden terpilih AS, Joe Biden, bisa dimulai.

Dikutip dari BBC, Selasa (24/11/2020), Trump mengatakan bahwa dirinya merekomendasikan sebuah lembaga federal "melakukan apa yang perlu ditempuh" terkait transisi kekuasaan, meski berkeras akan terus menentang hasil pemilihan presiden AS.

Lembaga General Services Administration (GSA) menyatakan telah mengakui Biden sebagai "pemenang yang jelas".

Hal ini mengemuka setelah kemenangan Biden di Negara Bagian Michigan telah diresmikan.

Baca juga: Tak Kunjung Akui Kekalahan di Pilpres, Apakah Donald Trump akan Akhiri Tradisi Demokrasi AS?

Apa yang Dikatakan Trump?

Trump merilis cuitan setelah GSA, yang secara resmi ditugasi mengawali transisi kepresidenan, menginformasikan tim Biden bahwa proses akan dimulai.

Emily Murphy selaku pejabat GSA mengatakan dirinya membuka akses dana sebesar US$6,3 juta (Rp89,7 miliar) kepada presiden terpilih.

Seraya berikrar untuk meneruskan "pertarungan", Trump berkata: "Bagaimanapun, demi kepentingan terbaik bagi negara kita, saya merekomendasikan kepada Emily dan timnya untuk melakukan apa yang perlu ditempuh terkait protokol awal, dan saya telah menginstruksikan kepada tim saya untuk melakukan hal serupa."

Murphy mengaku dirinya tidak mendapat tekanan dari Gedung Putih perihal keputusannya.

"Perlu diperjelas, saya tidak menerima perintah apapun untuk menunda keputusan saya," sebutnya dalam surat kepada Biden.

"Akan tetapi, saya mendapat ancaman melalui daring, telepon, dan surat perihal keselamatan saya, keluarga saya, staf saya, dan bahkan hewan peliharaan saya dalam upaya memaksa saya membuat keputusan ini secara prematur.

"Walau dihadapkan pada ribuan ancaman, saya tetap berkomitmen menegakkan hukum."

Tim Biden menyambut baik surat tersebut.

Baca juga: Putin Belum Ucapkan Selamat ke Joe Biden atas Hasil Pilpres AS: Pemenang Harus Diakui Pihak Lawan

"Keputusan hari ini adalah langkah yang diperlukan untuk mulai menangani berbagai tantangan yang dihadapi bangsa kita, termasuk mengendalikan pandemi dan mengembalikan ekonomi kita pada jalurnya," sebut tim Biden dalam pernyataan resmi.

"Keputusan aksi ini adalah tindakan administrasi yang pasti untuk memulai proses transisi secara resmi dengan lembaga-lembaga federal."

Halaman
12
Sumber: BBC Indonesia
Tags:
Pilpres ASDonald TrumpJoe BidenAmerika Serikat
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved