Habib Rizieq Shihab
Sebut Pemerintah Pernah Bujuk Habib Rizieq agar Pulang, Jubir FPI: Mereka Menawari yang Indah-indah
Munarman menyebut pada saat Habib Rizieq masih berstatus sebagai tersangka, pemerintah Indonesia rajin membujuk agar Habib Rizieq pulang ke Indonesia
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab telah kembali ke Indonesia pada Selasa (10/11/2020) lalu, setelah tiga tahun lebih menetap di Arab Saudi.
Juru Bicara FPI Munarman menyebut, pihak pemerintah Indonesia sempat gencar membujuk-bujuk Habib Rizieq agar mau pulang ke Indonesia.
Bahkan Munarman menyebut, kala itu Habib Rizieq ditawari untuk menggunakan jet pribadi agar bisa segera pulang ke tanah air.

Baca juga: Habib Rizieq Tolak Lakukan Swab Test, Wagub Riza Patria Sebut Bakal Kena Denda: Itu Ada Aturannya
Cerita itu diungkapkan oleh Munarman lewat acara podcast YouTube Akbar Faizal Uncensored, Selasa (24/11/2020).
Munarman mengatakan, bujuk rayu pemerintah Indonesia terjadi pada tujuh bulan pertama Habib Rizieq berada di Arab Saudi.
Ia mengatakan sejak Mei hingga Desember 2017, banyak orang-orang dari pemerintah Indonesia yang ia sebut membujuk Habib Rizieq agar segera pulang ke tanah air.
"Itu upaya-upaya membujuk Habib Rizieq pulang kencang sekali," ungkap Munarman.
"Dari pihak pemerintah Indonesia?" tanya Akbar Faizal.
"Iya," jawab Munarman.
Munarman mengatakan, bujukan-bujukan itu datang dari individu, bukan melalui mekanisme resmi negara.
"Tentu saja melalui orang-orangnya," kata Munarman.
"Bahkan ada dulu itu tawaran untuk dijemput dengan jet pribadi," terang Munarman.
Baca juga: Viral Video Santri Tetap Lanjut Salat Jumat meski Diguyur Hujan dan Sajadah Terendam Air
Munarman tak menyebutkan nama siapa sosok yang menawari Habib Rizieq untuk pulang menggunakan jet pribadi.
"Itu orangnya masih ada sampai sekarang," kata Munarman.
"Mereka menawari yang indah-indah."
Berdasarkan penjelasan Munarman, pemerintah Indonesia kala itu giat membujuk Habib Rizieq agar segera pulang karena status Habib Rizieq saat itu masih menjadi tersangka.
"Sehingga dugaan saya dipulangkan itu memang untuk diproses hukum," kata Munarman.
Seperti yang diketahui, kala itu Habib Rizieq tengah terlibat kasus dugaan pornografi.
Pada saat itu dua tersangka yang telah ditetapkan oleh negara adalah Habib Rizieq dan Firza Husein.
Saat itu Habib Rizieq dijerat Pasal 4 ayat 1 juncto Pasal 29 dan atau Pasal 6 juncto Pasal 32 dan atau Pasal 9 juncto Pasal 35 Undang-Undang RI Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.
Sedangkan Firza disangka melanggar Pasal 4 ayat 1 juncto Pasal 29 dan atau Pasal 6 juncto Pasal 32 dan atau Pasal 8 juncto Pasal 34 Undang-Undang RI Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.
Keduanya terancam hukuman di atas lima tahun penjara.
Baca juga: Pernah Hidup Susah, Pangdam Jaya Tak Takut Dicopot karena Masalah Baliho Rizieq Shihab: Copotlah
Simak video selengkapnya mulai menit ke-16.42:
Sebelumnya diberitakan, Habib Rizieq akhirnya tiba di Bandara Soekarno Hatta (CGK), Tangerang, Banten, pada Selasa (10/11/2020) lalu.
Pada sambutan pertamanya di Indonesia, Habib Rizieq membantah isu-isu miring seputar dirinya di Arab Saudi, bahkan mengklaim ditawari oleh pemerintah Arab Saudi untuk tinggal selamanya di sana.
Hal itu disampaikan olehnya, pada Selasa (10/11/2020), di Petamburan, Jakarta, dan diunggah di akun YouTube FRONT TV.
Ia mengatakan, setelah dirinya membantah terlibat masalah hukum di Indonesia, pemerintah Arab Saudi justru meminta maaf.
"Akhirnya pemerintah Saudi ini, otoritas yang berwenang, mereka justru akhirnya meminta maaf," kata dia.
Habib Rizieq menyebut, pihak otoritas Arab Saudi meminta maaf karena telah menerima informasi yang salah.
Pria yang terkenal santer menyuarakan kritik terhadap pemerintah itu bahkan mengklaim dirinya ditawari untuk tinggal seumur hidup di Arab Saudi.
"Saya ditawarkan, 'Habib Anda mau pulang besok ke Indonesia atau tinggal di sini selamanya, silakan'," ucap Habib Rizieq menirukan percakapannya dengan otoritas Arab Saudi.
Dirinya mengaku pada Malam minggu sebelum pulang ke Indonesia, ia sempat menemui sejumlah petinggi pemerintah Arab Saudi.
"Saya ke Riyadh, saya diundang resmi ke Riyadh," ujarnya.
"Saya ketemu petinggi di sana."
Habib Rizieq mengatakan, ia ditawari izin agar bisa tinggal di Arab Saudi selamanya.
"Jadi bohong kalau ada yang bilang saya punya persoalan," tegasnya.
"Kalau pejabat jangan sembarangan bicara," sambung Habib Rizieq.
Baca juga: Ngaku Hidup Enak di Mekkah, Habib Rizieq Ungkap Sebenarnya Tak Ingin Pulang: Ada Kewajiban
Simak videonya mulai menit ke-34.50:
(TribunWow.com/Anung)