Terikini Nasional
Kepada Karni Ilyas, Ustaz Abdul Somad Tak Mengelak soal Isu Dilirik Partai Masyumi Reborn
Pendakwah Ustaz Abdul Somad (UAS) memberikan tanggapan terkait isu tengah dilirik oleh Partai Masyumi Reborn.
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Ananda Putri Octaviani
TRIBUNWOW.COM -Pendakwah Ustaz Abdul Somad (UAS) memberikan tanggapan terkait isu tengah dilirik oleh Partai Masyumi Reborn.
Sebagaimana diketahui, Masyumi Reborn ini belum lama dibentuk atau dilahirkan kembali oleh para aktivis dari Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) pada Sabtu (7/11/2020).
Beberapa tokoh yang kabarnya ikut bergabung adalah Ahmad Yani, Budayawan Ridwan Saidi, hingga mantan Menteri Kehutanan MS Kaban.

Baca juga: Ungkap Alasan Antusiasme Massa Habib Rizieq, Ustaz Abdul Somad: Tak Ada Pembagian Sembako dan Makan
Baca juga: Akui Prediksinya Meleset soal Reshuffle Kabinet Jokowi, Refly Harun: Setelah Pilkada 2020
Termasuk nama Ustaz Abdul Somad juga kabarnya tengah dilirik untuk direkrut oleh Masyumi Reborn.
Menanggapi hal itu, Ustaz Abdul Somad tidak mengelak bahwa dirinya mendapat tawaran tersebut.
Bahkan diakuinya tidak hanya Masyumi Reborn saja, melainkan juga aspek politik lainnya, termasuk juga dalam bidang ekonomi.
Oleh karenanya, ia menilai kabar tersebut bukan sebagai hal yang baru.
"Jadi kalau kata Pak Karni, Masyumi Reborn melirik saya, sesungguhnya tidak hanya Masyumi Reborn, aspek politik, segala sesuatu yang memerlukan orang ramai, tidak hanya politik, mulai dari endors kerupuk sampai endors partai saya kira mereka akan gandeng saya," ujar UAS.
"Bukan berarti ungkapan saya ini PD sekali tidak, tapi memang itu kenyataan yang saya terima hari ini," tegasnya.
UAS menambahkan, tawaran-tawaran semacam itu bukan hanya terjadi pada dirinya sendiri, melainkan juga pada rekan-rekan seprofesinya.
Hanya saja ia menegaskan akan tetap menjadi seorang pendakwah.
Meski begitu, ia mengaku tidak bisa melepaskan dunia politik dalam setiap dakwahnya.
Baca juga: Ngaku Tak Masalah dengan Habib Rizieq soal Acara Nikah, dokter Tirta: Tapi Saya Ingin Ketuk Hatinya
Menurutnya, politik dan Islam masih saling berkaitan, terlebih dengan tujuan sama, yakni untuk membangun peradaban sebuah bangsa dan negara.
"Hanya saja ada sahabat-sahabat saya sesama ustaz yang cederung langsung masuk ke dalam partai, menjadi anggota legislatif, ada di DPD, ada di anggota dewan kabupaten/kota/Provinsi, DPR RI. Ada bahkan yang langsung menjadi kepala daerah," ungkapnya.
"Tapi saya tidak, saya hanya menjelaskan kepada umat, ini lho politik Islam," kata UAS.