Habib Rizieq Shihab
Deretan Pelanggaran Rizieq Shihab terkait Protokol Kesehatan Covid-19, Pemerintah Dinilai Lemah
Pemerintah dinilai lemah dalam mengawasi penerapan protokol kesehatan pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, yang baru kembali ke Indonesia
Editor: Ananda Putri Octaviani
Agung mengatakan, Amien awalnya ingin menjemput Rizieq di Bandara Soekarno-Hatta.
Namun, dia mengurungkan niatnya karena padatnya simpatisan FPI yang menjemput Rizieq.
Kemudian, Amien kembali berencana menemui Rizieq di kediamannya pada Selasa kemarin.
Namun, dia kembali mengurungkan niatnya karena ruas jalan menuju rumah pimpinan FPI itu dipadati massa.
Dikonfirmasi terpisah, Lurah Petamburan Setiyono juga mengakui kesulitan untuk memastikan Rizieq Shihab melakukan kewajiban karantina mandiri selama 14 hari.
Pasalnya, sejak kemarin,banyak tamu yang berkunjung ke kediaman pimpinan FPI itu.
Oleh sebab itu, Setiyono hanya berharap Rizieq dan para tamu tetap menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19.
"Kalau kami di bawah ini bagaimana ya, ya paling Pak Habib Rizieq juga pakai masker, gitu. Dia kan di rumah saja. Kalau tamunya juga kan menggunakan masker juga," kata Setiyono.
Kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Tebet
Selang tiga hari pasca kepulangan Rizieq, simpatisan FPI kembali menggelar kegiatan yang mengundang kerumunan.
Kali ini, mereka menggelar perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di wilayah Tebet, Jakarta Selatan pada Jumat (13/10/2020).
Dilansir dari akun YouTube Front TV, Rizieq Shihab dan Riza Patria tampak hadir dalam kegiatan tersebut.
Dalam video tersebut terlihat kerumunan orang yang tidak menerapkan protokol kesehatan menjaga jarak.
Bahkan beberapa orang juga terlihat tidak menggunakan masker dalam peringatan Maulid Nabi tersebut.
Baca juga: Muhammadiyah Soroti Kerumunan Massa Habib Rizieq Shihab: Bukan Membatasi Kegiatan Keagamaan
Baca juga: Nikahan Putri Rizieq Shihab Undang 10 Ribu Tamu, Satgas Covid-19 Antar 20 Ribu Masker: Harus Dipakai
Ketika dikonfirmasi perihal kegiatan yang mengundang kerumunan itu, Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin mengatakan, pemerintah hanya bisa mengedepankan edukasi terkait dengan penanganan kerumunan.