Terkini Nasional
Rizieq Shihab Buka Kemungkinan Rekonsiliasi dengan Pemerintah, Minta Jangan Asal Main Kriminalisasi
Habib Rizieq membuka rekonsiliasi dengan pemerintah. Dengan sejumlah syarat berikut.
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Ananda Putri Octaviani
TRIBUNWOW.COM - Pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab tidak menutup kemungkinan untuk berekonsiliasi dengan pemerintah.
Hal itu diketahui melalui kanal YouTube Front TV yang tayang pada Rabu (12/11/2020).
Habib Rizieq Shihab mengatakan, jika memang pemerintah mau rekonsiliasi dengan pihaknya maka seharusnya bersedia untuk melakukan diskusi bersama.

Baca juga: Siap Rekonsiliasi dengan Pemerintah, Habib Rizieq Minta Bahar bin Smith hingga Tokoh KAMI Dibebaskan
Ia merasa kecewa bahwa pendapatnya yang berbeda justru membuatnya dipolisikan.
"Buka pintu dialog, jadi kalau beda pendapat jangan main tangkap."
"Kalau berbeda pendapat bukan orang dipersangkakan, kalau beda pendapat dipenjarakan," kata Rizieq Shihab.
Menurutnya perbedaan pendapat harusnya diatasi dengan diskusi.
"Kalau perbedaan pendapat justru duduk bersama, ayo dialog, ayo adu argumentasi."
"Siapa yang kuat argumentasinya. Ini perlu dibuka dialog seperti ini," ujarnya.
Sehingga, Rizieq Shihab menegaskan akan mau rekonsiliasi jika pemerintah mau berdiskusi.
"Nah makanya kalau ada yang teriak-teriak rekonsiliasi, rekonsiliasi, mana mungkin rekonsiliasi digelar kalau pintu dialog tidak dibuka."
"Dibuka dulu pintu dialognya baru bisa rekonsiliasi, tak ada rekonsiliasi tanpa dialog," jelasnya.
Rizieq Shihab merasa apa yang telah dilakukan pihak pemerintah adalah kriminalisasi bagi orang yang berbeda pendapat.
"Dialog itu penting, dialog itu penting dan enggak boleh penguasa itu main tangkap sana main tangkap sini, kriminalisasi," kata pria 55 tahun ini.
Baca juga: Soal Habib Rizieq Shihab Tersandung 8 Kasus Pidana, Polisi: Kasus Hukum Masih Diproses Polisi
Menurut Rizieq Shihab, seharusnya pemerintah senang dengan kritikan masuk.