Terkini Nasional
Muncul Isu Ada Menteri yang sedang Bermanuver untuk Pilpres 2024, Politisi PDIP Ingatkan Jokowi
Muncul sebuah isu menyatakan bahwa ada menteri yang mencoba bermanuver untuk kepentingan Pilpres 2024 mendatang.
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Muncul sebuah isu menyatakan bahwa ada menteri yang mencoba bermanuver untuk kepentingan Pilpres 2024 mendatang.
Dilansir TribunWow.com, isu tersebut bahkan diakui dan dirasakan oleh Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto.
Menanggapi kemungkinan itu, Politikus PDIP Kapitra Ampera mengingatkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Baca juga: Survei Elektabilitas Pilpres 2024: Ganjar Teratas dan Terus Meningkat, Disusul Prabowo lalu Anies
Baca juga: Jika Jokowi Teken UU Cipta Kerja, KSPI Ancam Bakal Demo Besar-besaran 1 November: Sampai Menang
Kapitra Ampera mengaku menyayangkan jika hal itu benar terjadi di tengah tuntutan untuk kerja secara profesional dalam mengatasi persoalan di Tanah Air.
Mulai dari pandemi Covid-19, yang berakibat pada krisis kesehatan dan ekonomi hingga masalah masalah peneggakan hukum dan demokrasi.
Hal itu diungkapkannya dalam acara Kabar Petang tvOne', Minggu (25/10/2020).
Meski diakui bahwa sebuah kekuasaan memang menjadi daya tarik tersendiri bagi siapapun, khususnya para elit, Kapitra Ampera meminta tetap minta untuk bersikap etis.
"PDIP melihat kekuasaan itu selalu menggiurkan, tetapi orang yang ada di dalamnya selalu kehausan, seperti air laut," ujar Kapitra Ampera.
"Sehingga dibuatlah konklusi bisa dipertahankan, kalau bisa dipindahkan tangan kepada kekuatan yang berbeda," lanjutnya.
"Kita melihat bagaimana demonstrasi yang terus berkelanjutan sehingga presiden kita lihat terjebak dalam blackhole yang sengaja dibuat oleh suatu kepentingan," jelasnya.
Baca juga: Mahfud MD Sebut Tak Ada Perbedaan Komunikasi Jokowi: Dulu Malah Lebih Bergantung pada Partai Politik
Kapitra Ampera juga mengingatkan kepada para jajaran menteri untuk tidak lebih dulu berbicara atau berpikiran mengenai tujuan individu, apalagi untuk bermanuver di Pilpres 2024.
Dirinya menekankan bahwa sejauh ini selama masih menjadi pembantu presiden, tugas dari menteri harus mengikuti atasannya.
Dan harus satu visi dan misi dengan presiden.
"Jadi PDIP berkewajiban untuk mengingatkan kesoliditasan, bahwa kabinet ini adalah kabinet yang dibentuk presiden agar semua menteri bekerja atas instruksi presiden, atas visi misi presiden," terang Kapira Ampera.
"Dari awal presiden sudah menyatakan bahwa visi dan misi itu hanya milik presiden. Pembantu presiden, menteri, itu melaksanakan visi dan misi presiden," tambahnya.
"Tetapi ada sekelompok orang yang tidak sabar menunggu 2024 sehingga mereka menginginkan visi dan misi mereka sendiri," pungkasnya.
Simak videonya mulai menit ke- 3.00:
Survei Elektabilitas Pilpres 2024: Ganjar Teratas dan Terus Meningkat