Breaking News:

Terkini Nasional

Mahfud MD Sebut Tak Ada Perbedaan Komunikasi Jokowi: Dulu Malah Lebih Bergantung pada Partai Politik

Menko Polhukam Mahfud MD memberikan tanggapan terkait anggapan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengalami perubahan dalam hal berkomunikasi.

Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
Youtube/KompasTV
Menko Polhukam Mahfud MD memberikan tanggapan terkait anggapan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengalami perubahan, khususnya dalam hal berkomunikasi. 

TRIBUNWOW.COM - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD memberikan tanggapan terkait anggapan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengalami perubahan, khususnya dalam hal berkomunikasi.

Banyak yang menilai Jokowi pada periode kedua ini berubah menjadi represif.

Hal itu menyusul sikap dari Jokowi yang seakan tidak mau lagi mendengarkan aspirasi dari rakyat terkait aksi demo menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Presiden RI Joko Widodo memberikan Keterangan Pers Presiden RI Terkait Undang-Undang Cipta Kerja, Istana Bogor, 9 Oktober 2020.
Presiden RI Joko Widodo memberikan Keterangan Pers Presiden RI Terkait Undang-Undang Cipta Kerja, Istana Bogor, 9 Oktober 2020. (YouTube Sekretariat Presiden)

Baca juga: Di Era SBY maupun Jokowi, Rizal Ramli Ngaku Selalu Dapat Hadangan dari JK untuk Jadi Menteri Ekonomi

Baca juga: Ungkap Kutukan Periode Kedua, Feri Amsari Sebut Wajah Jokowi Sesungguhnya: Yang Lain Rekayasa Tim

Dilansir TribunWow.com dari acara Satu Meja The Forum 'KompasTV', Rabu (21/10/2020), Mahfud MD mengatakan bahwa dirinya tidak melihat adanya perbedaan dari Jokowi.

Mahfud MD hanya memastikan bahwa Jokowi memang memiliki karakter yang keukeuh dalam pendiriannya.

Sehingga apapun yang ia gagas sebisa mungkin harus bisa terwujud.

"Saya tidak melihat perbedaan komunikasi Pak Jokowi yang dulu dengan sekarang," ujar Mahfud.

"Menurut saya sama saja, Pak Jokowi ya begitu, sehingga saya tidak bisa melihat itu," jelasnya.

"Dulu ya begitu, ada usulan dia punya pendapat ya biasanya keukeuh."

Sementara itu terkait ada anggapan bahwa perubahan sikap Jokowi karena dipengaruhi oleh kondisi koalisi politik yang begitu kuat.

Namun menurut Mahfud MD, justru pada periode pertama Jokowi lebih banyak bergantung pada partai politik.

"Kalau menurut saya dulu malah lebih kuat, lebih kental, bahwa dia dulu lebih bergantung pada partai politik," kata Mahfud MD.

"Sekarang itu dalam pengalaman saya, Pak Jokowi itu ya punya pendapat, dan biasanya ini pendapat saya, tetapi selalu meminta kepada para menteri," jelasnya.

Baca juga: Tampil di ILC, Sujiwo Tejo: Saya Rakyat Gak Percaya, Pak Mahfud Bilang 1 Tambah 1 Sama Dengan 2

Sementara itu terkait dengan UU Cipta Kerja, Mahfud MD mengatakan bahwa Jokowi sudah memikirkan secara matang, termasuk melibatkan dengan banyak pihak terkait, sebelum pada akhirnya berani untuk mempertahankan.

Alasnanya karena memang memiliki manfaatkan banyak untuk masyarakat itu sendiri.

"Oleh sebab itu, karena dia sudah punya keyakinan begitu maka ya disampaikan undang-undang dan dipertahankan dengan segala asumsinya," terangnya.

"Tetapi jangan dikira bahwa yang sekarang jadi undang-undang ini misalnya bahwa itu merupakan tindakan sepihak."

"Karena sekarang ini yang jadi undang-undang sudah melalui proses diskusi-diskusi. Bersama kelompok buruh sudah sekian kali," pungkasnya.

Simak videonya mulai menit ke- 6.50

Akui Jokowi Berubah, Mardani Ali Bandingkan saat Jadi Walkot Solo

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera memberikan penilaian terhadap kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), khususnya dalam satu tahun di periode keduanya.

Dilansir TribunWow.com, Mardani Ali mengakui ada yang berubah dari sikap Jokowi saat ini dibandingkan dengan saat masih menjabat sebagai Wali Kota Solo.

Hal itu diungkapannya dalam acara Mata Najwa 'Trans7', Rabu (21/10/2020).

Kolase foto politikus PKS Mardani Ali Sera (kiri) dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) (kanan).
Kolase foto politikus PKS Mardani Ali Sera (kiri) dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) (kanan). (Capture YouTube Najwa Shihab/YouTube Sekretariat Presiden)

Baca juga: Rocky Gerung Ibaratkan Pemerintah Jokowi Itu Pernikahan: Malam Pertama Pasangannya Udah Gak Percaya

Menurutnya, perubahan pada sikap Jokowi saat ini yaitu adalah seperti sudah tidak mau lagi banyak berurusan dengan rakyatnya secara langsung.

"Saya mulai dari perubahan Pak Jokowi dulu, izin, dulu waktu di Solo ketika beliau ingin mereformasi atau memperbaiki kualitas pasar, dialognya bagus sekali," ujar Mardani Ali.

"Sehingga akhirnya masyarakat bisa menerima," imbuhnya.

Dirinya mencontohkan dalam kasus penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja hingga mengakibatkan demo besar di seluruh daerah di Tanah Air.

Mardani Ali mengaku sangat menyayangkan sikap dan pernyataan dari Jokowi dalam menanggapi aksi para pendemo.

"Sekarang ini saya sedih ketika Pak Jokowi bilang 'Kalau sampean enggak setuju ya sampean ke MK," kata Mardani menyayangkan.

"Belum lagi tanggal 8 (Oktober) demo enggak ditemui, tanggal 20 (Oktober) demo. Sebelumnya di Solo enggak perlu demo tapi mendatangi," jelasnya.

"Jadi memang ada perubahan di sosok Pak Jokowinya, tidak ingin kebisingan, ingin efisiensi, ingin efektivitas," tegasnya.

Baca juga: Ditanya Najwa Shihab Apakah Ada Reshuffle Kabinet, Maruf Amin: Hanya Allah dan Pak Jokowi yang Tahu

Mardani Ali mengakui bahwa Jokowi pastinya tidak berperan sendirian dalam menghadapi setiap persoalan di negeri ini.

Namun ia menyadari bahwa keputusan tertinggi berada di tangan seorang presiden, yakni Jokowi itu sendiri.

"Ada hubungan karena negeri ini bagaimanapun tetap bergantung kepada yang namanya satu orang," ungkapnya.

"Pak Jokowi satu presiden, dia memilih sekitar 50 orang terbaik menjadi kabinet, baik itu menteri maupun kepala lembaga, tapi keseluruhannya bergantung kepada satu orang. Apa kata satu orang ini akan menentukan," terang Mardani Ali.

Oleh karenanya, di satu sisi mengeluhkan kondisi demokrasi yang tidak seimbang antara oposisi dengan koalisi, Mardani berharap Jokowi bisa menjadi penengah atau penyeimbang keduanya.

"Dan sekarang ketika kita menghadapi demokrasi yang tidak seimbang, oposisi yang sangat luar biasa kecil dengan koalisi," harapnya.

"Harusnya Pak Jokowi hadir menjadi penyeimbang untuk menyehatkan demokrasi," tutup politikus asal Jakarta itu.

Simak videonya mulai menit ke-1.45:

(TribunWow/Elfan Fajar Nugroho)

Tags:
Mahfud MDPresiden Joko Widodo (Jokowi)Partai Politik
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved