Terkini Daerah
4 Orang Tewas dalam Kecelakaan di Tol Kayuagung, Sesepuh Desa: Korban Tak Sadar Ada Mobil di Depan
Pihak sesepuh desa berpesan ke pengelola tol seusai terjadi kecelakaan maut di Tol Kayuagung yang menewaskan empat orang.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
"Rinciannya paling rendah 60 kilometer per jam dan paling tinggi 100 kilometer per jam untuk jalan bebas hambatan, paling tinggi 80 kilometer per jam untuk jalan antar kota, dan paling tinggi 50 kilometer per jam untuk kawasan perkotaan," pungkasnya.
Baca juga: 6 Fakta soal Bocah Diperkosa Tetangga: Tersangka Juga Cabuli Anak Kandung dan Ada Luka di Kemaluan
Korban Tak Waspada
Hampir seluruh bagian mobil Honda Jazz ringsek, menyisakan bagian belakang mobil yang tersisa sedikit.
Identitas korban yang tewas dalam kecelakaan maut itu di antaranya adalah, Adi Saputra (28), Riko Tampati (19), Siswanto, dan Radiko.
Sedangkan korban yang selamat bernama Ferdian (17).
Kelima penumpang mobil Honda Jazz itu diketahui masih berasal dari satu keluarga.
Baca juga: Tersangka Pemerkosa Bocah Juga Diduga Cabuli Anak Kandung, Nenek Korban Minta Jangan Dilaporkan
Diketahui, awalnya mobil dikendarai oleh Riko Tampati.
Mobil korban berjalan dari arah Palembang menuju kota Kayuagung.
Diduga Riko menabrak truk Fuso tersebut karena kurang waspada.
"Dia tidak memperhatikan kendaraan yang ada di depannya, sehingga menabrak bagian belakang mobil fuso yang dikendarai oleh Riski Hermansyah (40) warga komplek GPA Sukajadi km 14, Kota Palembang," ungkap Kasat Lantas Polres OKI, AKP Amalia Kartika.
"Kala itu korban selamat dibawa kerumah sakit Hermina Jakabaring dan 4 korban meninggal dunia di bawake RSUD Kayuagung," terangnya.
Berdasarkan keterangan dari AKP Amalia, Ferdian masih sadar ketika empat keluarganya tewas akibat kecelakaan maut itu.
"Sedangkan korban selamat Ferdian (17) mengalami memar dibagian leher belakang bawah telinga sebelah kiri korban dalam keadaan sadar," ujar AKP Amalia.
Paman Riko, Amirsyah mengatakan, para korban biasa berpergian bersama-sama, dan masih memiliki hubungan keluarga.
"Mereka semua tinggal berdekatan dan sering bepergian bareng. Kala itu mobil pribadi itu berangkat dari Palembang hendak menuju ke Kayuagung tepatnya mau ke perumahan cetak milik Riko," ucapnya, Rabu (21/10/2020) siang.