Virus Corona
Penjelasan LBM Eijkman soal Belum Selesainya Uji Klinis Vaksin Covid-19 dari China: Harus Dicermati
Lembaga Biologi Molekuler Eijkman menjelaskan alasan uji klinis vaksin Covid-19 tahap ketiga belum selesai.
Editor: Rekarinta Vintoko
"Tetapi dalam situasi pandemi, bisa diproses lebih cepat. Bahkan di tengah-tengah proses bisa dikeluarkan emergency use authorization (EUA). Jadi izin sementara untuk populasi tertentu," ucapnya.
Baca juga: Ketersediaan Vaksin Covid-19 Lebih Sedikit dari Jumlah Target, Ini Kelompok yang Lebih Dulu Diberi
Saat disinggung soal keamanan vaksin-vaksin itu terhadap masyarakat Indonesia, Amin menyebutkan bahwa harus ada izin aman terlebih dulu dari Kemenkes dan BPOM selaku pihak yang berwenang.
Amin mengatakan, EUA dikeluarkan dari BPOM.
Sementara itu, penggunaan vaksin itu ke penduduk akan diputuskan oleh Kemenkes.
"Jadi kalau kedua otoritas itu telah memenuhi persyaratan, tentunya persyaratan pandemi ya tentu bisa diberikan. Jadi kita menggantungkan kepada dua otoritas itu," kata Amin.
Diberitakan, Pihak Kemenkes angkat bicara mengenai keraguan sejumlah pihak terhadap vaksin yang dibeli pemerintah dari China.
Direktur Jenderal Pencegahan dan Perlindungan Penyakit Kemenkes Achmad Yurianto mengatakan, tim dari Pemerintah Indonesia saat ini sedang berada di China untuk memastikan apakah benar vaksin dari China itu sudah merampungkan uji klinis tahap tiga atau belum.
"BPOM masih di China untuk urusan itu," ujar Yuri saat dikonfirmasi Kompas.com pada Selasa (20/10/2020).
Apabila semua tim sudah kembali ke Indonesia, akan ada pembaruan informasi soal status vaksin yang dibeli pemerintah dari "Negeri Tirai Bambu" tersebut.
Selain itu, BPOM juga menuntaskan kajian efek samping dari vaksin itu.
Baca juga: Meski Ada Vaksin Covid-19, Masyarakat Tetap Harus Patuhi Protokol Kesehatan 3M
Diketahui, ada tiga jenis vaksin dari produsen China yang dibeli pemerintah untuk pengadaan pada 2020. Ketiganya yakni Sinovac, Sinopharm, dan Cansino.
Apabila ketiga jenis vaksin itu ditotal, Indonesia telah dipastikan mendapat persediaan vaksin untuk 9,1 juta orang pada tahun ini.
Menurut Yuri, Kemenkes bersama-sama Kementerian BUMN, Kemenko Marves, BPOM, Kemenag, MUI, dan PT Bio Farma telah menemui ketiga produsen vaksin itu.
"Tujuannya sama, yakni ingin memperoleh vaksin yang digunakan secara aman untuk penduduk kita. Aman di dalam hal perspekstif manfaat terhadap pencegahan agar tidak menjadi sakit akibat Covid-19," lanjut dia.
Selain itu, juga dipastikan ketiga vaksin aman dari sisi kehalalannya. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Lembaga Eijkman Jelaskan soal Belum Selesainya Uji Klinis Vaksin dari China"