Breaking News:

Kasus Djoko Tjandra

Tersangka Kasus Djoko Tjandra Dapat Jamuan, Boyamin Bandingkan Perlakuan Penangkapan Aktivis KAMI

Koordinator MAKI, Boyamin Saiman memberikan tanggapan terkait perlakuan istimewa kepada tersangka dalam kasus red notice Djoko Tjandra.

Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Tribunnews.com/Istimewa
Foto viral yang menunjukkan jamuan makan siang terhadap ketiga tersangka kasus gratifikasi penghapusan red notice Djoko Tjandra. 

TRIBUNWOW.COM - Koordinator Masyarakat Anti Korupsi (MAKI), Boyamin Saiman memberikan tanggapan terkait perlakuan istimewa kepada tersangka dalam kasus red notice Djoko Tjandra.

Dua jendral polisi, Irjen Pol Napoleon Bonaparte dan Brigjen Pol Prasetijo Utomo serta pengusaha Tommy Sumardi mendapat jamuan makan siang oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jakarta Selatan, Anang Supriatna, Anang Supriatna.

Dilansir TribunWow.com dalam tayangan YouTube KompasTV, Senin (19/10/2020), Boyamin mengaku sangat menyayangkan sikap dari Kajari Jakarta Selatan tersebut.

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi (MAKI), Boyamin Saiman menyoroti sikap dari Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jakarta Selatan, Anang Supriatna yang memberikan jamuan kepada tersangka kasus red notice Djoko Tjandra.
Koordinator Masyarakat Anti Korupsi (MAKI), Boyamin Saiman menyoroti sikap dari Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jakarta Selatan, Anang Supriatna yang memberikan jamuan kepada tersangka kasus red notice Djoko Tjandra. (Youtube/KompasTV)

Baca juga: Inilah Sosok Anang Supriatna yang Viral Menjamu 2 Jenderal Tersangka Kasus Djoko Tjandra

Baca juga: Kejaksaan Agung Beri Klarifikasi soal Jamuan untuk 2 Jenderal Tersangka Kasus Djoko Tjandra

Momen tersebut terjadi saat proses pelimpahan berkas perkara tahap kedua ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Meski begitu, menurut Boyamin, apapun alasannya tidak semestinya mereka para tersangka justru mendapatkan sambutan ataupun perlakuan istimewa berupa jamuan makan siang.

"Saya menyayangkan adanya perlakuan istimewa dari kepala kejaksaan negeri Jakarta Selatan atas pelimpahan Irjen BP dan Brigjen PU terkait dengan kasus red notice Djoko Tjandra," ujar Boyamin.

"Karena apapun cara penerimaannya berlebihan dalam bentuk jamuan makan siang," tegasnya.

Selain itu, Boyamin juga menyoroti perlakuan istimewa lainnya yang didapat oleh ketiga tersangka tersebut.

Yaitu terlihat ketiganya tidak diborgol dan bahkan tidak memakai baju tahanan, seperti halnya orang yang tidak punya masalah dengan hukum.

Menurutnya, pemakaian baju tahanan baru dilakukan ketika bertemu dengan para media yang memang sudah menunggu di lobby.

Halaman
12
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved