Breaking News:

Terkini Daerah

Pembunuh Wanita Driver Ojol Tewas di Penjara, Anak Korban Ungkap Rasa Syukur: Awalnya Tak Percaya

Fery Pasaribu (50), pembunuh wanita driver ojol dikabarkan tewas saat dipenjara, Sabtu (17/10/2020).

Editor: Lailatun Niqmah
Tribun Medan
Adik korban langsung melayangkan tendangan ke perut pelaku pembunuhan Fitri Yanti, yakni Fery saat konferensi pers kasus itu pada Kamis (24/9/2020). 

TRIBUNWOW.COM - Fery Pasaribu (50), pembunuh wanita driver ojol dikabarkan tewas saat dipenjara, Sabtu (17/10/2020).

Korban diketahui bernama Fitri Yanti (44) yang tak lain istri sirinya.

Fery Pasaribu tega menghabisi nyawa istri sirinya secara sadis dan membuang mayatnya.

Baca juga: Nasib Terkini Ibu Muda yang Diperkosa dan Anaknya Rg Dibacok, Tak Mau Lagi Tinggal di Gubuk

Jasad Fitri Yanti kemudian ditemukan warga tergeletak di semak belukar yang berlokasi di Jalan Mahoni Pasar II Tembung, Desa Bandar Khalipah, Kecamatan Percutseituan pada akhir agustus 2020 lalu.

Korban ditemukan dengan luka parah dibagian lehernya lantaran digorok oleh pelaku.

Pelaku berhasil ditangkap aparat kepolisian setelah sempat melarikan diri.

Namun, pada Sabtu (17/10/2020) pagi, Fery Pasaribu meninggal dunia di sel tahanannya.

Kabar meninggalnya tersangka Fery Pasaribu juga dibenarkan oleh aparat kepolisian.

Kanit Pidum Polrestabes Medan Iptu Ardian Yunan Saputra membenarkan bahwa Fery Pasaribu telah meninggal dunia.

"Pada hari Sabtu tanggal 17 Oktober pukul 06.00 WIB, tahanan tersebut telah meninggal dunia," katanya dikutip dari Tribun Medan.

Menurutnya, jenazah Fery Pasaribu sudah diserahkan ke pihak keluarganya untuk dimakamkan.

"Dan selanjutnya diserahkan kepada keluarganya pukul 11.30 WIB. Pihak keluarga tidak bersedia diautopsi," tambahnya.

Anak Korban Bersyukur

Parhan, anak kandung Fitri Yanti mengatakan, kematian ayah tirinya di dalam penjara sudah kehendak Allah.

Awalnya, pihaknya tidak percaya jika pelaku yang membunuh ibu kandungnya itu tewas di dalam sel penjara.

"Kami keluarga awalnya tidak percaya dengan hal tersebut. Karena kami tidak melihatnya secara nyata, setelah polisi mengabarkan baru kami percaya," ujarnya saat dikonfirmasi pada Minggu sore.

Ditanya soal kematian Fery, ia menyebut sudah pasti puas.

Menurut dia, Yang Maha Kuasa telah berbuat adil.

"Kalau teringat cara Fery Pasaribu menghabisi nyawa orang tua kami, dengan cara menggorok leher itu sangat tidak manusiawi."

"Bagi kami perbuatan itu sangat sadis, kejam dan sangat menyayat hati kami adik beradik," beber Parhan, anak kedua Alm Fitri Yanti ketika ditemui di rumah neneknya, Jalan Bromo Gang Bahagia, Kecamatan Medan Area.

Atas kasus yang menimpa keluarganya, Parhan sendiri mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantunya.

"Keluarga besar Fitri Yanti mengucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian dan media elektronik, cetak maupun media online yang membantu mempublikasikan kepada khalayak ramai."

"Semoga Allah yang membalas ini semua," sebutnya.

Baca juga: Ekspresi Datar Suami Pembunuh Istri yang Sedang Hamil saat Dengar Tuntutan Penjara Seumur Hidup

Digorok setelah Makan Malam

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko menyebutkan awalnya pelaku pembunuhan Fery Pasaribu dan korban Fitri Yanti sempat melakukan pertemuan.

Mereka pun pergi berboncengan menggunakan sepeda motor sehari sebelum jasad korban ditemukan di semak-semak.

"Awalnya pada 29 Agustus tersangka menghubungi korban sekitar pukul 07.00 WIB malam, mengajak ketemuan dan mengajak makan malam. Kemudian korban dan tersangka berboncengan ke suatu tempat," kata dia.

Namun, saat itu korban kaget melihat ada benda menojol dari balik pakaian suami sirinya.

"Di suatu perumahan korban melihat bahwa ada benda yang menonjol di depan pakaian tersangka," jelas Riko.

Lalu korban menanyakan apa yang ada di dalam pakaian tersangka tersebut.

Dan, sambil menunjukkan pisaunya, Fery secara beringas langsung menggorok leher korban.

"Korban menyakan apa itu, tersangka menyampaikan bahwa itu pisau. Lalu korban mengatakan bunuh saja saya, biar aku enggak minta nafkah lagi sama kau."

"Ini keterangan dari tersangka. Seketika itu juga tersangka langsung menggunakan pisau langsung menggorok leher korban," jelas Riko.

Ia menuturkan bahwa korban langsung dibunuh di pinggir jalan, tepatnya di Jalan Tambak Rejo Pasar II Tembung, Kecamatan Percutseituan.

"Korban langsung dibunuh di TKP yang di pinggir jalan," cetusnya.

Pengakuan Tersangka

Ditangkap polisi, Fery Pasaribu mengurai alasannya tega membunuh Fitri Yanti.

Fery mengaku membunuh lantaran sakit hati sering dimaki dan dimintai rumah oleh korban.

Hal tersebut disampaikan oleh Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko.

“Dari keterangan awal, tersangka menyampaikan motifnya sakit hati karena sering dimaki-maki oleh korban. Pengakuan tersangka, korban minta dibelikan rumah dan tersangka belum bisa menyanggupi,” kata Riko Sunarko dikutip dari Kompas.com.

Berdasarkan pemeriksaan, pelaku rupanya telah merencanakan pembunuhan sejak seminggu sebelumnya.

“Karena itu tersangka dikenakan pasal 340 dan atau 338 KUHPIdana, ancamannya hukuman mati,” ungkapnya.(TribunnewsBogor.com/Tribun Medan/Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di tribunnewsbogor.com dengan judul Pembunuh Driver Ojol Wanita Tewas di Penjara, Anak Korban Bersyukur: Semoga Allah Membalasnya

Sumber: Tribun Bogor
Tags:
Driver OjolKasus PembunuhanMedanPembunuhan sadisKasus suami bunuh istri
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved