UU Cipta Kerja

Pakar Hukum Pidana Sayangkan Pemborgolan kepada Aktivis KAMI: Rasanya Hukum Ini Jadi Berubah

Pakar Hukum Pidana, Mudzakir memberikan pandangannya terkait penangkapan beberapa aktivis Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).

Youtube/tvOneNews
Pakar Hukum Pidana, Mudzakir memberikan pandangannya terkait penangkapan beberapa aktivis Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), dalam acara Kabar Petang 'tvOne', Sabtu (17/10/2020). 

TRIBUNWOW.COM - Pakar Hukum Pidana, Mudzakir memberikan pandangannya terkait penangkapan beberapa aktivis Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).

Setidaknya ada 9 aktivis KAMI yang diamankan oleh pihak kepolisian buntut dari kerusuhan demo tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja dan saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Dilansir TribunWow.com Mudzakir menyayangkan perlakukan yang diterima oleh aktivis KAMI, apalagi sampai diborgol.

9 aktivis KAMI diamankan oleh pihak kepolisian buntut dari kerusuhan demo tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja dan saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka.
9 aktivis KAMI diamankan oleh pihak kepolisian buntut dari kerusuhan demo tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja dan saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka. (Youtube/tvOneNews)

Baca juga: KAMI Bahaya bagi Pemerintah Jokowi? Mahfud MD Justru Ragukan Sikap Kritis dari Gatot Nurmantyo dkk

Baca juga: Sebut Aksi Demo Tolak UU Cipta Kerja Ada Permainan Politik, Ade Armando: Bukan Murni Dilakukan Buruh

Dirinya menilai tidak sepantasnya mereka diperlakukan dengan cara diborgol dan bahkan bisa disebut berlebihan.

Menurutnya kondisi seperti itu justru membuat tujuan hukum di negeri ini terkesan sudah berubah, yakni bukan lagi melindungi kepentingan masyarakat ataupun kepentingan perlindungan hukum.

Dikatakannya bahwa para tersangka dalam kasus tersebut bukanlah orang-orang yang memiliki potensi untuk melarikan diri, terlebih juga merupakan kaum-kaum intelektual.

Hal itu diungkapkan dalam acara Kabar Petang 'tvOne', Sabtu (17/10/2020).

"Tindakan pemborgolan itu ya tergantung sesungguhnya apakah orang itu punya potensi melarikan diri atau tidak," ujar Mudzakir.

"Tapi kalau yang ditangkap itu kalangan intelektual seperti itu diborgol, rasanya hukum ini menjadi berubah," jelasnya.

"Hukum yang semulanya melindungi kepentingan masyarakat dan kepentingan perlindungan hukum kepada semuanya, ini berubah menjadi hukum sebagai ibarat balas dendam."

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Rekarinta Vintoko
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved