Breaking News:

Terkini Daerah

Cabuli Muridnya Sendiri, Guru Ngaji Sengaja Pakai Gamis Tanpa Dalaman: Dia Beda dengan Murid Lain

Aksi cabul dilakukan oleh seorang guru ngaji di Palembang, yang seharusnya mengajarkan hal-hal baik dan menjadi tauladan bagi para muridnya.

TRIBUN SUMSEL/M ARDIANSYAH
TERSANGKA PENCABULAN - Wahyu, oknum guru mengaji tersangka pencabulan muridnya saat akan dibawa ke Polrestabes Palembang, Selasa (13/10/2020). 

TRIBUNWOW.COM - Perlakuan bejat dilakukan oleh seorang guru mengaji bernama Wahyu Hidayat (28), di Palembang, Sumatera Selatan.

Pria yang seharusnya mengajarkan nilai-nilai agama yang baik dan menjadi contoh, justru malah mencabuli muridnya sendiri Z (13) saat mengajar korban mengaji.

Bahkan untuk memperlancar pelampiasan nafsunya, Wahyu sengaja hanya menggunakan gamis tanpa mengenakan dalaman.

Tersangka WH (28) guru mengaji yang mencabuli muridnya sendiri saat berada di Polrestabes Palembang, Selasa (13/10/2020).
Tersangka WH (28) guru mengaji yang mencabuli muridnya sendiri saat berada di Polrestabes Palembang, Selasa (13/10/2020). ((HANDOUT via Kompas.com))

 

Baca juga: Takmir di Lumajang Ngaku Sudah 1 Tahun Nyabu setiap Mau Mengajar, Polisi: Makainya di Kamar

Dikutip dari TribunSumsel.com, Rabu (14/10/2020), tersangka sempat dihajar oleh warga akibat aksinya itu.

Setelah dipukuli oleh warga, Wahyu kemudian dibawa ke Polrestabes Palembang, pada Selasa (13/10/2020) lalu.

Kepada pihak kepolisian, tersangka mengaku baru sekali mencabuli muridnya, yakni Z.

Korban sendiri baru empat bulan belajar mengaji kepada Z.

Tetapi dari awal masuk mengaji, korban ternyata sudah diincar oleh tersangka.

Tersangka menyebut Z berbeda dari murid-muridnya yang lain.

"Ketika itu, kami hanya berdua saja. Kami di rumah tahfidz di kawasan Sako Palembang. Memang sudah aku incar korban itu, karena dia ini beda dengan murid yang lain," ungkap tersangka saat diamankan di Polsek Sako, Selasa (13/10/2020).

Wahyu mengaku ia telah menggerayangi tubuh korbannya saat ia mengajari korban mengaji.

Memanfaatkan korban yang lugu, tersangka melangsungkan aksinya mencabuli Z.

Menurut pengakuan Wahyu, korban tak sadar bila sedang dicabuli.

"Aku tidak tahu bagaimana bisa ketahuan. Karena, saat aku melakukan itu korban juga tidak teriak. Memang, ketika aku pulang dari minimarket, orangtua korban datang. Mungkin korban yang cerita sama orangtuanya," ungkap tersangka.

Baca juga: Bantah Kecanduan, Takmir di Lumajang Nyabu sebelum Mengajar Anak-anak: Biar Enggak Ngantuk

Pura-pura Melatih Nafas

Tersangka sendiri memiliki seorang istri yang sedang hamil sembilan bulan anak pertama mereka.

Kapolsek Sako AKP Rian Suhendi mengatakan, tersangka berpura-pura berniat melatih pernafasan korban ketika menggerayangi tubuh Z.

"Modusnya mengajar ngaji. Karena suara korban terlalu kecil kemudian tersangka berpura-pura mengajar melatih pernafasan. Saat itulah tersangka awalnya memegang perut korban hingga bagian sensitif korban," ucap Rian.

Wahyu kini diserahkan kepada Unit PPA Polrestabes Palembang untuk diproses lebih lanjut.

Ia bercerita, awalnya dirinya menghubungi korban lewat telepon untuk datang untuk diajarkan teknik pernapasan.

Halaman
12
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved