Terkini Daerah
Bocah 9 Tahun Dibacok saat Melawan Pemerkosa Ibunya, Jasad Diikat dan Dibawa Pelaku Pakai Karung
Banyak luka sayatan, bacokan hingga tusukkan ditemukan pada tubuh bocah berusia 9 tahun yang dibunuh karena mencoba melawan pemerkosa ibunya.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Kasat Reskrim Polres Langsa, Iptu Arief S Wibowo menyampaikan, memperkirakan korban tewas dibunuh sejak Sabtu (10/10/2020) menjelang subuh.
"Mayat korban ditemukan mengapung di seputaran sungai Gampong Alue Gadeng Kampung, Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur, dalam keadaan masih memakai pakaian lengkap pada Minggu (11/10/2020) sore," ujar Kasat Reskrim.
Visum kemudian dilakukan di RSUD Langsa.
Berdasarkan visum yang dilakukan, ditemukan sejumlah luka pada tubuh korban.
Luka-luka tersebut di antaranya, luka bacok di pundak kiri, leher kiri, kemudian luka tusuk di leher depan, luka sayat di leher sebelah kiri, dan luka bacok di lengan kanan.
"Pihak medis menduga penyebab kematian korban karena putusnya nadi besar di sebelah kiri akibat benda tajam," jelas Kasat Reskrim.
Baca juga: Sosok Samsul Tersangka Pemerkosa Ibu Muda sekaligus Pembunuh Bocah: Dikenal Lajang Pengangguran
Kronologi Tewasnya RG
Sebelumnya diberitakan, kasus pembunuhan itu sendiri terjadi di Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur, Sabtu (10/10/2020) menjelang Subuh.
Dikutip dari Serambinews.com, Sabtu (10/10/2020), saat kejadian terjadi, suami korban sekaligus ayah RG sedang tidak berada di rumah.
Peristiwa pemerkosaan dan pembunuhan itu juga baru terungkap setelah DN melapor.
Baca juga: Pengakuan 2 Mahasiswa Ancam Bantai Polisi hingga Viral, Mengaku Iseng dan Kini Minta Maaf
Diketahui, rumah yang ditinggali oleh DN dan keluarganya berada lumayan jauh dari rumah penduduk lainnya.
Berlokasi di antara perkebunan kelapa sawit milik warga, tidak ada yang mengetahui ketika DN dan anaknya mengalami kejadian mengenaskan tersebut.
Suami korban sendiri saat itu sedang pergi mencari ikan dan udang di sungai.
Sosok pelaku ternyata masih dikenali oleh warga setempat.
Pria berinisial S tersebut merupakan warga setempat berstatus lajang dan pengangguran.