UU Cipta Kerja
TNI Pergoki Perusuh di Demo UU Cipta Kerja, Rizal Ramli: Itu Preman Susupi Mahasiswa
Tokoh oposisi pemerintah Rizal Ramli mengomentari video saat anggota TNI memergoki demonstran yang ikut demo karena berniat rusuh.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Atri Wahyu Mukti
TRIBUNWOW.COM - Demo tolak Omnibus Law Cipta Kerja sempat berjalan ricuh di sejumlah daerah di Indonesia pada beberapa waktu lalu.
Pihak TNI dan Polri menyatakan ada kelompok asing di luar mahasiswa dan buruh yang memang sengaja datang berdemo untuk membuat keributan.
Pernyataan senada juga diberikan oleh Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli yang menyebut para oknum perusuh tersebut adalah preman yang menyusup ke barisan mahasiswa.

Baca juga: 7 Hoaks UU Cipta Kerja yang Dibantah Jokowi, Perampasan Tanah hingga PHK Sepihak
Lewat cuitan akun twitter miliknya, @RamliRizal, Sabtu (10/10/2020), Rizal Ramli mengomentari sebuah video saat TNI memberikan penjelasan kepada sejumlah mahasiswa yang nampak duduk berkumpul mengenakan jas almamater.
Awalnya terdapat seorang anggota TNI mencoba mencari penyusup saat memberikan penjelasan kepada sejumlah mahasiswa.
"Adik-adik harus bisa memastikan yang ada di sini betul-betul mahasiswa," kata anggota TNI tersebut.
Ia lalu menanyakan kepada seluruh orang yang hadir di sana untuk mengaku siapa yang memiliki tato.
Akhirnya nampak ada seseorang yang mengaku.
"Sampean dari mana? Mahasiswa bukan?" tanya anggota TNI tersebut.
"Ini contohnya, ini penyusup ini," imbuhnya.
Anggota TNI itu lalu kembali menekankan bahwa dirinya menyayangkan ada oknum tak bertanggung jawab menyusupi aksi demonstrasi yang dilakukan oleh para mahasiswa.
"Saya tidak mau mahasiswa yang punya niat baik disusupi oleh bramacorah seperti ini yang mengatas namakan dirinya rakyat," kata dia.
Total terdapat tiga orang yang dipanggil oleh anggota TNI dan terindikasi sebagai penyusup yang berniat rusuh.
Anggota TNI berbaju dinas loreng itu kemudian menjelaskan apa bahaya keberadaan para penyusup tersebut.
Ia menjelaskan apabila oknum itu berbuat rusuh, maka para mahasiswa yang betul-betul bertujuan menyuarakan aspirasi bisa terkena salah tangkap.