Breaking News:

Terkini Daerah

Gara-gara Emoticon di Grup WhatsApp, Oknum Polisi Positif Virus Corona Pukul Pasien Covid-19

Seorang oknum polisi yang positif Virus Corona memukul sesama pasien Covid-19.

Editor: Lailatun Niqmah
Kompas.com/ Ericssen
Ilustrasi pemukulan. Seorang oknum polisi yang positif Virus Corona memukul sesama pasien Covid-19. 

TRIBUNWOW.COM - Seorang oknum polisi yang positif Virus Corona memukul sesama pasien Covid-19.

Aksi kekerasan ini bermula dari emoticon di Grup WhatsApp, yang membuat pelaku tersinggung.

Peristiwa itu terjadi di wisma karantina pasien Covid-19 BKPSDM Pemprov Kepulauan Bangka Belitung.

Baca juga: Nasib Gadis Belia Hubungan Intim di Ladang Jagung, Terbujuk Janji Sperma di Luar Kemaluan

Oknum anggota Brimob yang merupakan warga karantina diduga memukul sesama pasien Covid-19 di BKPSDM.

Korbannya adalah pemuda 18 tahun berinisial RFS.

Berawal dari percakapan grup WA

Pemukulan diduga berawal dari percakapan di grup WhatsApp (WA) pasien karantina, Jumat (9/10/2020) pukul 17.00 WIB.

Terdapat percakapan dari RFS yang membuat pelaku tersinggung.

Pesan tersebut berupa emoticon pada grup yang juga diikuti tenaga medis.

"Diduga pelaku tersinggung sehingga terjadi pemukulan," kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Kepulauan Bangka Belitung Andi Budi Prayitno, di Pangkalpinang, Sabtu (10/10/2020).

Pelaku langsung mendatangi korban dan memukulnya.

Akibatnya, korban mengalami memar pada wajah dan hidung.

Selain pelaku, beberapa rekannya juga ikut di lokasi kejadian.

Baca juga: Amien Rais Minta Jokowi Cabut Omnibus Law UU Cipta Kerja: Undang-undang dengan Kejahatan Besar

Baca juga: Singgung Kemungkinan Ada Titipan di UU Cipta Kerja, Dahlan Iskan: Banyak Lubang di Tengah Jalan

Upaya damai

Setelah insiden tersebut, kedua pihak telah bertemu membicarakan perdamaian.

Namun RFS tetap diungsikan ke karantina asrama haji.

Andi mengatakan, harus ada pernyataan sikap agar insiden serupa tidak terjadi lagi.

"Kami ingin ada pernyataan sikap atau sanksi karena ini secara kelembagaan semua pasien harus ada ketenangan. Permintaan maaf juga pada pengelola wisma karena keributan ini," ujar Andi.

Adapun di dalam rumah karantina itu memang terdapat sejumlah anggota Brimob yang dirawat.

Sebelumnya, Satgas Covid-19 Kepulauan Bangka Belitung mengumumkan penambahan 14 pasien positif Covid-19, empat di antaranya adalah anggota Brimob. (Kompas.com/Heru Dahnur)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tersinggung Percakapan di Grup WhatsApp, Oknum Brimob Diduga Pukul Pasien Covid-19"

Sumber: Kompas.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved