Breaking News:

Penanganan Covid

Vaksin Virus Corona Dipastikan Aman sebelum Diberikan kepada Jutaan Masyarakat Indonesia

Uji klinis Vaksin Corona (Covid-19) hingga kini masih terus diupayakan pemerintah.

Editor: Atri Wahyu Mukti
NICOLAS ASFOURI / AFP
Dalam gambar yang diambil pada 29 April 2020, seorang ilmuwan menunjukkan vaksin eksperimental untuk virus corona COVID-19 yang diuji di Laboratorium Kontrol Kualitas di fasilitas Biotek Sinovac di Beijing. Sinovac Biotech, yang melakukan salah satu dari empat uji klinis yang telah disetujui di China, telah mengklaim kemajuan besar dalam penelitiannya dan hasil yang menjanjikan di antara monyet. 

TRIBUNWOW.COM - Uji klinis Vaksin Corona (Covid-19) hingga kini masih terus diupayakan pemerintah.

Bahkan, pemerintah menargetkan vaksin Covid-19 tersedia dan terjangkau untuk masyarakat pada tahun 2021 mendatang.

Uji klinis vaksin nantinya akan disuntikkan pada jutaan masyarakat Indonesia.

Saat ini Indonesia melalui Bio Farma - Sinovac dan proses uji klinis fase 3 di Bandung.

Ilustrasi vaksin Covid-19 buatan India.
Ilustrasi vaksin Covid-19 buatan India. (Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S)

Baca juga: Masih Tunggu Kepastian BPOM, Vaksinasi Covid-19 Dilakukan pada Januari atau Awal Februari 2021

Kedua kerjasama Kimia Farma - G42 Uni Emirat Arab dimana uji klinis fase 3 dengan target subjek 22 ribu orang.

Dan ketiga kerjasama PT Kalbe Farma - Genexine Korea sedang uji klinis fase 1 dan 2A di Korea dengan 60 subjek.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito memastikan vaksin yang akan disuntikkan ke masyarakat sudah melalui beberapa tahap uji klinis hingga dinyatakan aman.

Baik itu yang dikembangkan kerjasama dengan negara lain maupun Vaksin Merah Putih yang sedang dikembangkan pemerintah.

"Vaksin yang nantinya masuk ke Indonesia harus dipastikan secara data dan penelitian aman bagi masyarakat. Pengembangan vaksin umumnya butuh waktu dan proses yang cukup panjang," ungkap Wiku dikutip dari youtube Sekretariat Presiden, Selasa (6/10/2020).

Adapun tahapan pembuatan vaksin menurut wiku dimulai dari penelitian dasar dimana ilmuwan menelusuri mekanisme potensial berdasarkan ilmu sains biomedis.

Kemudian vaksin akan dibuat dalam jumlah terbatas untuk bisa memasuki uji praklinis dan uji klinis tahap 1, 2 dan 3.

Secara rincinya dalam tahap uji praklinis dilakukan studi sel di laboratorium yaitu studi in Vitro dan in Vivo untuk mengetahui keamanan bila diujikan pada manusia.

Setelah itu baru memasuki uji fase 1 dimana vaksin diberi pada sekelompok kecil orang untuk melihat respon imunitas dan kekebalan yang dipicu.

"Pada fase 2, vaksin diberikan pada ratusan orang sehingga para ilmuwan dapat mempelajari lebih lanjut tentang dosis yang tepat. Pada fase 3, vaksin diberikan pada ribuan orang untuk memastikan keamanannya termasuk efek samping yang jarang terjadi dan keefektifan ya. Uji coba ini melibatkan kelompok kontrol yang diberi placebo, artinya kelompok kontrol adalah masyarakat yang disuntik tapi tidak dengan vaksin," Wiku menguraikan.

Baca juga: Ingatkan Polri, Tim Advokasi untuk Demokrasi Berharap Covid-19 Tak Jadi Alasan Bungkam Unjuk Rasa

Melalui proses uji klinis ilmuwan dapat mengetahui apakah vaksin menimbulkan efek samping atau tidak, mengingat belum ada vaksin Covid-19 yang lulus uji klinis tahap 3, kewaspadaan dan monitoring terhadap keamanan vaksin terus dilakukan.

Wiku juga menjelaskan terkait risiko Antibody-dependant enhancement (ADE) adalah suatu kondisi reaksi tubuh karena antibodi tubuh melawan antigen yang berupa virus atau bakteri.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Tags:
Penanganan Covid-19Covid-19Virus CoronaVaksin
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved