Breaking News:

Terkini Daerah

Sempat Geger Mau Mundur dari Polri, AKP Agus Kini Dapat Jabatan Baru di Polda Jatim

Perseteruan antara Kapolres Blitar dan Kasat Sabhara Polres Blitar berakhir damai, AKP Agus akhirnya tidak jadi mengundurkan diri dari Polri.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
Kolase (YouTube SURYAtv - Indonesian Latest News Videos) dan (Surya/samsul Arifin)
Potongan video (kiri) pertemuan Kasat Sabhara Polres Blitar AKP Agus Hendro Tri Susetyo (baju hitam) dan Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya (baju dinas). AKP Agus Hendro Tri Susetyo akhirnya tidak jadi mengundurkan diri dari Polri setelah sempat menyampaikan surat pengunduran diri. 

"Setiap beliaunya marah dan ada yang gak cocok itu makian kasar yang disampaikan," ungkap AKP Agus.

Berdasarkan cerita AKP Agus, Kapolres Blitar sangat minim memberikan arahan kepada para bawahannya.

Sang kapolres justru lebih banyak memaki-maki bawahannya jika terjadi masalah di dalam pekerjaan mereka.

Selain makian, ancaman pencopotan juga dikeluarkan oleh sang kapolres.

"Mohon maaf kadang sampai nyebut binatang, umpatan," ujar AKP Agus.

"Terakhir sama saya gak seberapa. Hanya mengatakan bencong, tidak berguna, banci, lemah dan lain-lain."

"Sebenarnya kan kalau sudah salah ya sudah dibina. Ini dimaki terus-terusan. Kadang main copot-copot," lanjutnya.

Tak hanya mengundurkan diri, AKP Agus juga melaporkan Kapolres Blitar atas dugaan membiarkan kegiatan ilegal berupa penambangan liar dan sabung ayam.

"Pertambangan pasir bebas, sabung ayam bebas tidak ada teguran. Tambang pasir di Kali Putih dan Gandungsari," tuturnya.

Baca juga: Berkaca-kaca, Kasat Sabhara Polres Blitar Ungkap Kekesalannya soal Kapolres: Hati Saya Tidak Terima

Kapolres Blitar Ungkap Niat Asli Bawahannya

Di sisi lain, AKBP Ahmad Fanani menjawab dengan menceritakan latar belakang tudingan bawahannya itu kepada dirinya.

Dikutip dari Kompas.com, Jumat (2/10/2020), tudingan penambangan liar itu disebut oleh AKP Agus terjadi di wilayah Kabupaten Blitar.

Berdasarkan cerita versi Ahmad Fanani, semua berawal ketika AKP Agus dan anaknya yang ingin ikut menambang di tempat tersebut ditolak oleh warga setempat.

"Pak Kasat Sabhara mau menambang, tapi tidak direstui warga, makanya dia seperti itu (minta ditindak)," kata Ahmad Fanani seperti dikutip dari Antara, Kamis (1/10/2020).

"Masyarakat membuat kegiatan itu untuk pangannya dia, bukan untuk bisnis. Anaknya (Kasat Sabhara) mau menambang juga tidak diterima.”

Sebelumnya, selain penambangan liar, AKP Agus juga melaporkan Kapolres Blitar soal pembiaran kegiatan sabung ayam.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
Tags:
BlitarAgus Hendro Tri SusetyoAhmad Fanani Eko Prasetya
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved