Terkini Daerah
Sosok PBA, Tukang Bakso yang Perkosa Remaja Sebanyak 14 Kali, Sempat Ganti Jadi Tukang Tahu Sumedang
Pedagang bakso keliling berinisial PBA (39) nekat membawa kabur anak berkebutuhan khusus asal Kemayoran, Jakarta Pusat, yakni A (16) selama 23 hari.
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Pedagang bakso keliling berinisial PBA (39) nekat membawa kabur anak berkebutuhan khusus asal Kemayoran, Jakarta Pusat, yakni A (16) selama 23 hari.
Sehari-harinya, PBA sering berjualan di sekitar Sunter hingga sering bertemu dan kenal dengan A.
Dikutip TribunWow.com dari Tribun Jakarta pada Selasa (6/10/2020) tersangka sering berpindah-pindah tempat selama masa pelariannya dengan sang korban.

• Tukang Bakso Culik Anak selama 23 Hari, Kasus Terungkap saat Viral Tersangka Gelapkan Gerobak
Setelah sempat ke Boyolali, tersangka ditangkap di Jombang.
Di sana ia sempat beralih pekerjaan dari pedagang bakso menjadi penjual tahu Sumedang.
"Selama dua minggu pelarian di Jombang, ternyata tersangka alih profesi menjadi pedagang tahu Sumedang," ujar Wakil Dirreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvijn Simanjuntak, Senin (5/10/2020).
Sementara itu, kuasa hukum keluarga korban, Fahcria menyebut PBA rupanya sudah berkeluarga.
Hal itu berdasarkan KTP milik tersangka.
"Dia kelahiran 1981 dan sudah menikah jika dilihat dari KTPnya," kata Fahcria.
Meski demikian, Fachria meminta agar penyidik mengecek keaslian KTP tersebut.
• Kronologi Anak Diculik dan Diperkosa Tukang Bakso Selama 23 Hari, Korban Sempat Tanya Kapan Pulang
Apalagi foto di KTP dan aslinya sedikit berbeda.
"Dari foto dan wajah asli lebih tuaan wajah asli, untuk itu saya mohon ke penyidik untuk cek apa ini KTP asli dia. Tapi yang jelas dia punya anak dan istri," ungkap Fachria.
Fachria lantas mengungkapkan apresiasinya pada polisi yang berhasil meringkus pelaku di Jombang.
Ia berharap kasus ini segera tuntas.
"Kita menghormati pihak penyidik biarkan mereka menuntaskan kasus tersebut hingga selesai sehingga nanti akan terkuak di depan umum, karena saya nggak punya kompeten menjelaskan itu," sambung Fachria.