Terkini Daerah
Warga Bali Kembali Budidaya Rumput Laut saat Wisatawan Tak Banyak Berkunjung
Sebelum pandemi Virus Corona, pantai-pantai di Bali dipenuhi para wisatawan, kini warga sibuk bekerja sebagai petani rumput laut.
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Atri Wahyu Mukti
TRIBUNWOW.COM - Bali, merupakan wilayah di Indonesia yang terkenal dengan pariwisatanya.
Sebelum pandemi Virus Corona, pantai-pantai di Bali dipenuhi para wisatawan dalam negeri mau pun manca negara.
Namun, pengunjung Bali pun dibatasi.
• Tanggapi Tudingan sebagai Calon Boneka di Pilkada Solo, Bagyo: Saya Rasa Kok Terlalu Naif

Dikutip TribunWow.com dari Channelnewsasia, Kamis (1/10/2020), banyak warga yang memanfaatkan kondisi ini.
Yakni dengan mencari nafkah pekerjaan awal mereka dengan mencari rumput laut di pantai.
“Saya sedih karena kami kehilangan pekerjaan dan sekarang kami harus mulai dari awal,” kata I Gede Darma Putra, penduduk di Lembongan.
Sebelum pandemi, Darma Putra merupakan pemandu wisata dan ahli selancar.
Tak hanya Darma Putra, banyak warga sekitar yang melakukan pekerjaan serupa.
• Pengamat Nilai Valentino Rossi Sulit Bersaing dengan Para Pembalap Muda di MotoGP: Ini Titik Balik
Rumput laut yang dikeringkan juga terlihat di sekitar jalanan di Bali.
Saat ini diketahui Iindonesa juga menjadi produsen rumput laut terbesar setelah China.
“Para petani mulai menanam rumput laut lagi,” kata Boedi Sarkana Julianto dari Jaringan Sumber Daya Alam Indonesia (JASUDA), sebuah lembaga swadaya masyarakat pembudidaya rumput laut.
Wali Putra, seorang manajer restoran berusia 50 tahun yang telah bertani rumput laut hampir sepanjang hidupnya, mengatakan pandemi tersebut mengingatkannya pada masa kecilnya.
"Sebelum pariwisata booming, yang memberi kehidupan bagi masyarakat Lembongan adalah rumput laut," ujarnya.
Namun, budidaya rumput laut adalah pekerjaan yang melelahkan dan kurang menguntungkan dibandingkan pariwisata.
Hal ini karena pandemi telah menurunkan permintaan rumput laut. (TribunWow.com/ Tiffany Marantika)