Breaking News:

Kabar Tokoh

Ungkap Kekurangan Ahok hingga Tak Bisa Jadi Menteri, Qodari: Dia Cuma Tepat di Swasta, Bukan Publik

Direktur Eksekutif Indobarometer M Qodari mengungkapkan alasan Basuki Tjahaja Purnama (BTP atau Ahok) sebaiknya tidak ditempatkan di jabatan publik.

Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Ananda Putri Octaviani
Instagram @basukibtp/Capture YouTube Helmy Yahya Bicara
Kolase foto Basuki Tjahaja Purnama (BTP atau Ahok) dengan M Qodari. 

TRIBUNWOW.COM - Direktur Eksekutif Indobarometer M Qodari mengungkapkan alasan Basuki Tjahaja Purnama (BTP atau Ahok) sebaiknya tidak ditempatkan di jabatan publik.

Dilansir TribunWow.com, hal itu terungkap dalam tayangan di kanal YouTube Helmy Yahya Bicara, diunggah Minggu (27/9/2020).

Diketahui Ahok pernah menduduki sejumlah jabatan publik, seperti Bupati Belitung Timur, Wakil Gubernur DKI Jakarta, hingga yang terbaru sebagai Komisaris Utama PT Pertamina.

Pengamat politik M Qodari menjelaskan alasan Basuki Tjahaja Purnama (BTP atau Ahok) tidak cocok menjadi menteri, diunggah Minggu (27/9/2020).
Pengamat politik M Qodari menjelaskan alasan Basuki Tjahaja Purnama (BTP atau Ahok) tidak cocok menjadi menteri, diunggah Minggu (27/9/2020). (Capture YouTube Helmy Yahya Bicara)

Kembali Soroti Threshold Pilkada yang Berat, Refly Harun Beri Contoh: Ahok Saja Tidak Percaya Diri

Qodari menilai sebetulnya sifat Ahok tidak cocok untuk menjadi pejabat publik.

Ia memberi contoh pada Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2012.

"Waktu Pilkada Jakarta, setelah quick count di salah satu televisi dan hasil quick count menunjukkan bahwa dia kalah, oleh host saya ditanya, 'Bagaimana dengan nasib Ahok ke depan?," papar Qodari.

Ia menjelaskan Ahok adalah tipe pejabat yang kurang memiliki kemampuan komunikasi.

Qodari memberi contoh Ahok seharusnya menjabat posisi yang didelegasikan langsung untuknya, bukan melalui pemilihan seperti pilkada.

"Saya bilang, 'Kalau untuk pemilihan langsung seperti ini kayaknya enggak bisa karena Ahok ini istilahnya bagus kerjanya, buruk komunikasinya'," jelasnya.

"Mungkin harus dia yang ditunjuk, bukan dipilih. Misalnya seperti menteri," lanjut pengamat politik tersebut.

Meskipun begitu, Qodari kembali berpikir-pikir jabatan menteri juga kurang cocok untuk Ahok.

Minta Ahok Tidak One Man Show soal Pertamina, Deddy Sitorus: Salah Besar Teriak-teriak ke Publik

"Kayaknya jadi menteri pun juga enggak cocok karena menteri itu jabatan publik. Jabatan publik itu adalah jabatan yang kerja harus bagus, komunikasi juga harus bagus," terang Qodari.

Ia menilai, jika komunikasi publik seorang pejabat tidak disampaikan dengan baik, maka citranya akan rusak.

"Contohnya siapa? Ahok sendiri," ungkap Qodari.

Qodari menilai Ahok jauh lebih baik bekerja di bidang swasta yang tidak memerlukan interaksi dengan khayalak.

Halaman
123
Tags:
AhokBasuki Tjahaja PurnamaMenteriM Qodari
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved