Pilkada Serentak 2020
Tak Masalah Pilkada Ditunda karena Covid-19, Gibran Rakabuming: Jadi Bukan karena Ini Anaknya Jokowi
Gibran Rakabuming Raka tak mempermasalahkan jika KPU memutuskan Pilkada 2020 ditunda karena adanya pandemi Covid-19.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Keputusan Gibran Rakabuming Raka untuk mencalonkan diri menjadi Wali Kota Solo 2020 menuai kontroversi dari berbagai pihak.
Kini, kontroversi dan kontra semakin bertambah seusai Komisi Pemilihan Umum (KPU) memutuskan untuk melanjutkan Pilkada 2020 di tengah pandemi Covid-19.
Gibran sendiri mengaku tak masalah dan menerima apapun keputusan KPU baik untuk melanjutkan proses Pilkada 2020 atau menundanya.

• Pernah Bilang Baru Mau Terjun ke Politik di Tahun 2038, Gibran: Saya Sudah Merasa Siap Sekarang
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Gibran pada acara Mata Najwa, Rabu (30/9/2020).
Putra sulung Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) itu menyampaikan sampai saat ini dirinya tidak pernah melanggar peraturan dalam prosesnya mencalonkan diri menjadi Wali Kota Solo 2020.
"Semua proses sudah saya lalui, tidak ada aturan yang saya langgar," kata Gibran.
"Kalau ada aturan yang saya langgar pasti langsung itu ada sanksi dari bawaslu."
Memiliki latar belakang seorang pengusaha, Gibran mengaku tak masalah jika pada akhirnya ia tidak terpilih menjadi Wali Kota Solo.
"Dan saya katakan sekali lagi, saya ini orangnya nothing to lose," kata dia.
"Mau menang Alhamdulillah, kalah enggak apa-apa, saya kembali lagi jadi pengusaha," sambungnya.
Ayah dari Jan Ethes itu juga mempersilakan warga Solo untuk bebas memilih calon yang diinginkan.
"Tidak ada keharusan untuk mencoblos saya," kata Gibran.
"Silakan ini saya kembalikan ke warga Solo," imbuhnya.
• Najwa Shihab Ungkit Karier Politik Jokowi, Gibran: Masa Mau Mikir Gubernur atau Pilpres, Enggak Lah
Bukan karena Anak Jokowi
Mengenai proses Pilkada, Gibran menekankan bahwa keputusan seluruhnya berada di kuasa KPU.
Dirinya sendiri mengaku siap untuk melanjutkan Pilkada maupun menunda proses Pilkada.
"Ditunda saya siap, pilkadanya besok saya siap, 9 Desember saya siap," kata Gibran.
"Saya kembalikan lagi ke KPU."
"Jadi bukan karena ini anaknya Jokowi, terus Pilkada tetap dilangsungkan," imbuhnya.
Gibran lalu bercerita soal solusinya melakukan blusukan secara online sebagai alternatif berkampanye di tengah pandemi Covid-19.
"Saya tahu ini Pilkadanya di tengah pandemi," ucapnya.
"Makannya saya perbanyak pertemuan-pertemuan daring dengan warga."
"Itu salah satu komitmen saya untuk menjaga agar Pilkada di Solo ini tetap sehat," imbuh Gibran.
Terakhir, Gibran kembali menekankan bahwa dirinya tidak memiliki masalah apabila pada akhirnya tidak terpilih menjadi Wali Kota Solo.
KPU: Kami Tak Menutup Mata
Di sisi lain, Plh Ketua KPU RI Ilham Saputra mengakui bahwa KPU tidak menutup mata soal masukkan berbagai pihak untuk menunda Pilkada 2020.
"Kami tidak menutup mata dengan masukan PP Muhammadiyah, PBNU dan juga dari NGO-NGO, dari masyarakat sipil, kita tidak menafikan itu," kata Ilham dalam diskusi virtual yang digelar LHKP Muhammadiyah, Rabu (30/9/2020).
Dikutip dari Kompas.com, Rabu (30/9/2020), namun KPU menegaskan pihaknya masih ingin melanjutkan karena sudah telanjur mengeluarkan banyak upaya demi terlaksananya Pilkada 2020.
"Jika dikatakan penundaan maka KPU masih berharap bisa dilanjutkan. Karena tadi soal effort yang sudah kita keluarkan, energi yang sudah begitu banyak kita keluarkan, juga soal anggaran dan lain sebagainya," tuturnya.
Sebagai solusinya, KPU mengaku telah mempersiapkan sejumlah cara untuk meminimalisir potensi penyebaran Covid-19.
"KPU sudah menerapkan protokol pencegahan Covid dalam proses penyelenggaraan Pilkada yang ada di regulasi kita," ucap Ilham.
• Bantah Isu Dibantu Jokowi Maju Pilkada, Gibran: Apa yang Dimudahkan? Semua Proses Saya Lalui
Simak video selengkapnya mulai menit ke-13.45:
(TribunWow.com/Anung)
Sebagian artikel ini diolah dari Kompas.com dengan judul "KPU Tak Tutup Mata dengan Usul Penundaan, tetapi Ingin Pilkada Tetap Dilanjutkan"