Terkini Nasional
Tak Terima Vanuatu Ikut Campur dan 'Menggurui' soal Papua di Sidang PBB, Indonesia: Memalukan
Perdana Menteri Vanuatu, Bob Loughman ikut menyinggung persoalan yang terjadi di Indonesia, khususnya berkaitan dengan Papua.
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Perdana Menteri Vanuatu, Bob Loughman ikut menyinggung persoalan yang terjadi di Indonesia, khususnya berkaitan dengan Papua.
Dilansir TribunWow.com, Bob Loughman mengatakan bahwa terjadi tindakan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di Papua.
Momen tersebut terjadi dalam Sidang Majelis Umum Perserikatakan Bangsa Bangsa (PBB) di markas PBB, Jenewa, Swiss, Jumat (25/9/2020)

• Soal Pidato Jokowi di Sidang PBB, Rocky Gerung: Divided Nation Kok Nasihati United Nations
Diplomat Perwakilan Indonesia yang juga menghadiri Sidang PBB, Silvany Austin Pasaribu langsung menanggapi tegas pernyataan dari Bob Loughman.
Dalam kesempatan itu, dirinya mulanya meminta kepada Presiden Majelis Umum PBB untuk menggunakan hak jawabnya.
Silvany Austin mengaku sama sekali tidak membenarkan sikap dari delegasi Vanuatu tersebut.
Menurutnya, tidak sepantasnya suatu negara justru terlalu mencampuri persoalan negara lain.
Bahkan ia tidak segan menyebut sikap Bob Loughman itu memalukan dan terkesan seperti menggurui.
Sehingga telah melanggar prinsip dasar dari Piagam PBB.
"Saya gunakan hak jawab Indonesia atas pernyataan Vanuatu," ujar Silvany Austin, dalam acara Kabar Petang Siang 'tvOne', Jumat (25/9/2020).
"Memalukan, negara satu ini terus terobsesi tidak sehat untuk mengatur Indonesia," tegasnya.
"Jujur saya bingung, bisa-bisanya negara gurui negara lain abaikan prinsip dasar Piagam PBB."
• Jokowi Tak Berbahasa Inggris dan Pilih Bahasa Indonesia saat Pidato di Sidang PBB, Ini Alasannya
Lebih lanjut, Silvany Austin lantas memberikan penjelasan terhadap Bob Loughman.
Menurutnya dalam piagam tersebut sudah jelas bahwa setiap negara harus saling menghargai dan tidak ikut campur dalam urusan domestik negara lain.
Ia pun meminta kepada Vanuatu, termasuk juga negara-negara lain untuk menghormati integritas kedaulatan dan teritorial negara lain.
Terlebih sama-sama merupakan negara keanggotaan PBB.
"Yang benar seharusnya, hormati prinsip tidak campuri urusan domestik negara lain," katanya.
"Yang benar adalah hormati integritas kedaulatan dan teritorial negara lain," imbuhnya.
"Sampai Vanuatu bisa melaksanakan itu tolong simpan petuah Anda untuk diri sendiri," pungkasnya.