Terkini Daerah
Berusaha Kabur ke Samosir, Pelaku Pelecehan Rapid Test di Soetta Ditangkap, Gelar Medis Diragukan
Seorang pria berinisial EF ditetapkan sebagai tersangka dugaan pelecehan seksual, pemerasan, dan penipuan seorang penumpang pesawat di Bandara Soetta.
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Atri Wahyu Mukti
"Jadi saya di bandara jam 4 pagi, sekalian mau rapid test di bandara," lanjutnya.
Namun saat melakukan rapid test, petugas EF diduga melakukan tindak pelecehan seksual.
Saat itu EF menyebutkan hasil rapid test LHI reaktif.
"Ya sudah, saya mikir enggak jadi ke Nias karena takut nularin juga orang-orang di Nias," tutur korban.
EF lalu menyarankan agar LHI melakukan rapid test untuk kedua kalinya demi menjamin keabsahan hasil tes.
LHI merasa curiga, tetapi mengikuti saran petugas tersebut.
Pada rapid test kedua, LHI mendapat hasil nonreaktif.
Ia segera menuju area keberangkatan, tetapi petugas EF segera mengejarnya dan meminta sejumlah uang.
Saat itu LHI merasa ada hal yang tidak beres dan menduga petugas bermaksud memeras dirinya.
"Orangnya manggil, kemudian ngobrol minta duit gitu," ucap korban.
Merasa tidak ingin berlama-lama, LHI mentransfer uang sebesar Rp1,4 juta ke rekening pribadi tersangka melalui mobile banking.
Namun EF justru melakukan pelecehan seksual dengan mencium dan meraba dada korban.
Korban merasa syok dan trauma akibat kejadian tersebut.
Ia juga tidak dapat berteriak meminta tolong karena bandara masih dalam keadaan yang sepi, yakni pada pukul 04.00 WIB.
Lihat videonya mulai menit 1:30
(TribunWow.com/Brigitta Winasis)
Sebagian artikel ini diolah dari Kompas.com dengan judul Tersangka Pelecehan dan Pemerasan di Bandara Soetta Ditangkap di Kosan Balige Toba Samosir.