Terkini Daerah
Berusaha Kabur ke Samosir, Pelaku Pelecehan Rapid Test di Soetta Ditangkap, Gelar Medis Diragukan
Seorang pria berinisial EF ditetapkan sebagai tersangka dugaan pelecehan seksual, pemerasan, dan penipuan seorang penumpang pesawat di Bandara Soetta.
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Atri Wahyu Mukti
TRIBUNWOW.COM - Seorang pria berinisial EF ditetapkan sebagai tersangka dugaan pelecehan seksual, pemerasan, dan penipuan seorang penumpang pesawat di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta).
Dilansir TribunWow.com, sebelumnya kasus tersebut menjadi viral setelah korban menyampaikan kesaksiannya di media sosial.
Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta Komisaris Polisi Ahmad Alexander Yurikho mengonfirmasi penangkapan EF.

• Cerita LHI Alami Pelecehan Seksual di Bandara Soekarno-Hatta seusai Rapid Test: Saya Nangis, Kaget
EF ditangkap di sebuah indekos di daerah Balige, Toba Samosir, Sumatera Utara.
"Tim Garuda Satreskrim Polresta Bandara Soetta hari ini, dini hari tadi (pukul) 01.00 berhasil mengamankan tersangka tindak pidana pelecehan, penipuan, dan pemerasan," terang Alexander, dikutip dari Kompas.com, Jumat (25/9/2020).
EF kemudian dibawa ke Mapolresta Bandara Soekarno-Hatta untuk menjalani pemeriksaan.
Dalam tayangan di kanal YouTube Kompas TV, Alexander menuturkan pelaku sempat berupaya kabur ke Samosir saat kasusnya menjadi viral di media sosial.
"Awalnya karena viralnya dugaan perbuatan yang dilakukan oleh yang bersangkutan, yang bersangkutan berusaha untuk tidak mematuhi hukum," jelas Alexander.
"Yang bersangkutan berusaha tidak mematuhi pertanggungjawaban yang diminta oleh kepolisian," lanjutnya.
Selain itu, gelar medis yang diakui EF dipertanyakan oleh tim penyidik.
Pasalnya diduga tersangka belum menyelesaikan pendidikannya di bidang kedokteran sampai tuntas.
"Kami berkonfirmasi dengan tempat tersangka menimba ilmu di sebuah universitas swasta di Sumatera Utara, kami dapat pastikan bahwa yang bersangkutan adalah sarjana kedokteran dengan status dokter yang insyaallah masih akan kita konfirmasi lagi dengan Ikatan Dokter Indonesia karena yang bersangkutan informasi awal yang perlu diklarifikasi lagi adalah belum mengikuti pengabdian atau semacam koas," kata Alex.
• Wanita Alami Pelecehan di Bandara Soekarno-Hatta seusai Rapid Test: Ngajak Aku ke Tempat Sepi
Diketahui awalnya kasus tersebut menjadi viral di media sosial Twitter setelah dibahas korban dengan akun @listongs.
Menurut korban berinisial LHI itu, pelecehan dilakukan pelaku saat dirinya hendak terbang dari Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta menuju Nias, Sumatera Utara.
"Saya penerbangannya 'kan jam 6 (pagi), enggak sempat rapid juga di RS," papar LHI, Jumat (18/9/2020).
"Jadi saya di bandara jam 4 pagi, sekalian mau rapid test di bandara," lanjutnya.
Namun saat melakukan rapid test, petugas EF diduga melakukan tindak pelecehan seksual.
Saat itu EF menyebutkan hasil rapid test LHI reaktif.
"Ya sudah, saya mikir enggak jadi ke Nias karena takut nularin juga orang-orang di Nias," tutur korban.
EF lalu menyarankan agar LHI melakukan rapid test untuk kedua kalinya demi menjamin keabsahan hasil tes.
LHI merasa curiga, tetapi mengikuti saran petugas tersebut.
Pada rapid test kedua, LHI mendapat hasil nonreaktif.
Ia segera menuju area keberangkatan, tetapi petugas EF segera mengejarnya dan meminta sejumlah uang.
Saat itu LHI merasa ada hal yang tidak beres dan menduga petugas bermaksud memeras dirinya.
"Orangnya manggil, kemudian ngobrol minta duit gitu," ucap korban.
Merasa tidak ingin berlama-lama, LHI mentransfer uang sebesar Rp1,4 juta ke rekening pribadi tersangka melalui mobile banking.
Namun EF justru melakukan pelecehan seksual dengan mencium dan meraba dada korban.
Korban merasa syok dan trauma akibat kejadian tersebut.
Ia juga tidak dapat berteriak meminta tolong karena bandara masih dalam keadaan yang sepi, yakni pada pukul 04.00 WIB.
Lihat videonya mulai menit 1:30
(TribunWow.com/Brigitta Winasis)
Sebagian artikel ini diolah dari Kompas.com dengan judul Tersangka Pelecehan dan Pemerasan di Bandara Soetta Ditangkap di Kosan Balige Toba Samosir.