Terkini Nasional

Tiba-tiba Ahok yang Kini Jadi Komisaris Utama Pertamina Minta Kementerian BUMN Dibubarkan, Ada Apa?

Ahok pun mengusulkan, ratusan BUMN yang ada saat ini lebih baik dikelola benar-benar profesional dan jauh dari kepentingan politis.

Youtube/Panggil Aku BTP
Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Secara terang-terangan Ahok mengusulkan Kementerian BUMN dibubarkan. 

TRIBUNWOW.COM - Pernyataan mengejutkan datang dari mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, yang kini menjabat Komisaris Utama PT Pertamina

Ahok mengusulkan agar Kementerian BUMN dibubarkan.

Menurut Ahok, banyak tata kelola perusahaan negara selama ini tidak efisien.

Ia menceritakan, tata kelola buruk ia rasakannya langsung setelah masuk dalam lingkaran BUMN, atau setelah ditunjuk menjadi Komisaris Utama PT Pertamina (Persero).

Ahok pun mengusulkan, ratusan BUMN yang ada saat ini lebih baik dikelola benar-benar profesional dan jauh dari kepentingan politis.

Menurutnya, Indonesia bisa meniru apa yang dilakukan pemerintah Singapura dengan membentuk Temasek.

"Harusnya Kementerian BUMN dibubarkan. Kita membangun semacam Temasek, semacam Indonesia Incorporation," ujar Ahok seperti dikutip dari tayangan yang diunggah akun Youtube POIN, Rabu (16/9/2020).

Pertemuan Presiden RI Joko Widodo dengan Komut Pertamina Ahok, 21 Desember 2019
Pertemuan Presiden RI Joko Widodo dengan Komut Pertamina Ahok, 21 Desember 2019 (instagram/@basukibtp)

 

Contohkan Ahok dan Chandra Hamzah, Refly Harun Sebut Orang Baru di BUMN Ada Cantolannya

Ahok mencontohkan, di Pertamina saja, jabatan direksi maupun komisaris sangat kental dengan lobi-lobi politis dan bagi-bagi jabatan.

"Dia ganti direktur pun bisa tanpa kasih tahu saya, saya sempat marah-marah juga, jadi direksi-direksi semua mainnya lobinya ke menteri karena yang menentukan menteri. Komisaris pun rata-rata titipan kementerian-kementerian," kata Ahok.

Ahok mengklaim, dirinya juga tak hanya duduk manis saja dengan jabatan Komut Pertamina.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Mohamad Yoenus
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved