Virus Corona
Ibaratkan Jakarta Jadi Mobil, PSI Sindir Anies Tak Koordinasi Rem Darurat: Terjadi Tabrakan Beruntun
Di acara ILC, Anggota DPRD fraksi PSI William Aditya menyindir langkah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang tak berkoordinasi soal rem darurat.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Atri Wahyu Mukti
TRIBUNWOW.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan bahwa Pemprov DKI memutuskan untuk menarik rem darurat masa transisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Ibu Kota pada Rabu (9/9/2020) lalu.
Langkah tersebut sontak menuai pro dan kontra, sebuah kritik menyinggung langkah Anies yang dinilai mengumumkan rem darurat tanpa koordinasi yang menyeluruh.
Kritik soal kurangnya koordinasi datang dari Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PSI William Aditya.

• Minta Tak Salahkan Anies Baswedan soal PSBB, Refly Harun Ungkit Pidato Jokowi: Hanya Lihat Gestur
Pada acara Indonesia Lawyers Club, Selasa (15/9/2020), William menyinggung bagaimana di dalam negara berbentuk kesatuan seperti Indonesia, kekompakkan menjadi hal yang utama.
"Sehingga yang menjadi tertinggi di sini adalah presiden pastinya," kata William.
"Karena kita memilih bentuk negara persatuan."
"Oleh karena itu koordinasi sudah menjadi suatu hal yang sangat penting untuk dilakukan," sambungnya.
Melihat langkah Anies, William menyebut keputusan tersebut dilakukan tanpa koordinasi terlebih dahulu.
"Dilakukan tanpa koordinasi yang serius," jelas William.
"Saya menilai dari apa yang dikatakan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil," kata William.
William menyinggung pernyataan Ridwan Kamil soal koordinasi yang ternyata baru dilakukan setelah pengumuman Anies menarik rem darurat PSBB di Jakarta.
"Mengatakan bahwa prescon yang pertama hari Rabu, lalu koordinasi baru dilaksanakan sesudahnya, Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu secara intens," ujarnya.
"Artinya kan tidak ada koordinasi ketika melakukan prescon yang pertama," kata William.
Politisi muda dari PSI itu lalu menganalogikan Jakarta layaknya mobil yang berjalan paling depan.
Menurut William, sebelum mobil paling depan (Jakarta) menarik rem darurat, maka seharusnya lebih dulu memberikan tanda berupa klakson atau lampu sign supaya kendaraan yang di belakang bisa bersiap.