Virus Corona
Gubernur Jatim Khofifah Soroti Sistem Zonasi Covid-19: Merah Tak Berarti Semua Berisiko Tinggi
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa zona merah Covid-19 belum tentu memiliki risiko yang tinggi.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Claudia Noventa
Khofifah juga menekankan bahwa suatu zona merah Covid-19 tidak mutlak berisiko lebih tinggi dibanding zona orens Covid-19.
Ia mencontohkan apabila ada suatu daerah yang tiap hari jatuh korban 5 hingga 6 pasien tetapi konstan, maka zona tersebut tidak akan menjadi merah.
• Soroti Kebijakan PSBB Anies, Pengamat: Pertimbangan Terlalu Pragmatis, Hanya karena Covid-19 Tinggi
Simak video selengkapnya mulai menit ke-0.50:
Provinsi dan Kota Kasus Tertinggi Covid-19
Di sisi lain, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, memaparkan sejumlah daerah yang berkemungkinan mengikuti jejak Jakarta menarik rem darurat PSBB.
Pemaparan tersebut disampaikan oleh Wiku lewat acara "Mata Najwa", Rabu (9/9/2020).
Awalnya, Wiku ingin para pimpinan daerah mengulas kembali kebijakan mereka, berkaca dari keadaan di Jakarta sekarang.
"Kalau perlu melakukan rem darurat seperti DKI, lakukan itu demi keselamatan masyarakat dan tenaga kesehatannya," ungkap Wiku.
Selanjutnya sang host acara, Najwa Shihab menanyakan daerah mana saja yang berkemungkinan mengikuti jejak Jakarta menarik rem darurat dan kembali kepada masa awal-awal penerapan PSBB.
"Daerah mana lagi yang memang perlu mengikuti Jakarta? Melakukan rem darurat," tanya Najwa.
Wiku lalu menjabarkan sejumlah provinsi dan kota yang memiliki insiden kasus paling tinggi di seluruh Indonesia.
"Ada beberapa provinsi dan kota yang harus me-review keadaannya," kata Wiku.
Ia menerangkan, total ada lima provinsi yang memiliki kasus tertinggi termasuk Jakarta.

• Sering Dituduh Dapat Untung dari Covid-19, dr Tri: Cari Uang Bukan dari Pasien, Uangnya Sedikit
Berikut adalah lima provinsi yang memiliki insiden kasus Covid-19 paling tinggi:
- Jakarta