Breaking News:

Terkini Nasional

Respons ke KITA, Deklarator KAMI Gatot Nurmantyo: Kalau Bertentangan dengan Pancasila Kita Lawan

Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) kembali mendeklarasikan diri, kali ini dilakukan di Jawa Barat, Senin (7/9/2020).

Youtube/KompasTV
Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo hadiri deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Jawa Barat, Senin (7/9/2020). 

Maka dari itu, setiap gerakan yang dilakukan harus mengedepankan nilai-nilai moral dan juga tetap menggunakan akal pikiran.

"KAMI adalah gerakan moral, maka kita harus tampilkan nilai-nilai moral," kata Din Syamsuddin.

"KAMI adalah gerakan dari anak-anak bangsa yang terpelajar yang mengedepankan akal pikiran, maka marilah kita kedepankan akal pikiran," pungkasnya.

Akhirnya Turun Gunung, Gatot Nurmantyo Merasa Sumpahnya Terusik dan Bentuk KAMI: Saya Punya Utang

Simak videonya lengkapnya:

Gatot Nurmantyo Merasa Sumpahnya Terusik dan Bentuk KAMI

Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo mengungkapkan alasannya membentuk Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).

Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam tayangan Zoom In di TvOne, Jumat (21/8/2020).

Diketahui sejumlah tokoh nasional terlibat dalam deklarasi KAMI yang diselenggarakan pada Selasa (18/8/2020) lalu di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat.

Eks Panglima TNI Gatot Nurmantyo saat hadiri deklarasi KAMI di Solo, Kamis (20/8/2020).
Eks Panglima TNI Gatot Nurmantyo saat hadiri deklarasi KAMI di Solo, Kamis (20/8/2020). (TribunSolo.com/Ryantono Puji Santoso)

 Tegaskan KAMI Tidak Menakutkan, Gatot Nurmantyo: Seolah-olah Menakutkan Padahal Memperbaiki

Gatot menuturkan, titik awal yang membuatnya merasa gelisah dengan kondisi bangsa adalah ketika dicanangkan Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP).

"Tiba-tiba begitu ada isu yang saya cek ternyata benar tentang HIP. Itu ternyata saya masih punya utang," ungkap Gatot Nurmantyo.

Ia memberi penjelasan dengan mengibaratkan proklamasi yang dibacakan Ir Soekarno.

"Kemarin pada saat 17 Agustus, proklamator kita mengatakan 'Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan'," jelasnya.

Keesokan harinya Undang-Undang Dasar 1945 dan Pancasila ditetapkan sebagai dasar negara.

Mantan Pangkostrad itu menjelaskan setelah ada dasar negara, maka syarat sebuah negara dapat dibentuk telah terpenuhi.

"Itu berarti bahwa kita belum ada negara, jadi hanya rakyatnya saja yang menyatakan kemerdekaan. Besoknya baru ada UUD 1945 dengan Pancasila sebagai dasar," kata Gatot.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
Tags:
Gatot NurmantyoDin SyamsuddinKoalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI)
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved