Polsek Ciracas Diserang
Cerita Korban Saksi Insiden Polsek Ciracas: Jelas di Depan Saya, Mereka Dilempar Besi, Jatuh Semua
Dodo sendiri sempat melihat ada beberapa pemotor yang dilempar besi dan dihajar oleh para pelaku penyerangan Polsek Ciracas.
Editor: Atri Wahyu Mukti
TRIBUNWOW.COM - Dodo (nama samaran) adalah satu dari sejumlah warga tak bersalah yang ikut menjadi korban dalam insiden penyerangan di Polsek Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu (29/8/2020) dini hari.
Diketahui ada sejumlah oknum anggota TNI yang terlibat dalam insiden penyerangan tersebut.
Dodo sendiri sempat melihat ada beberapa pemotor yang dilempar besi dan dihajar oleh para pelaku penyerangan Polsek Ciracas.

• Kronologi Pembunuhan Gadis Asal Cirebon yang Mayatnya Ngambang di Kolam Ikan, Sempat Cari Ibu Angkat
• Aksi Pelaku Penyerang Polsek Ciracas, Korban Mengaku Diancam Pakai Pistol hingga Ponsel Dirampas
Dikutip dari WARTAKOTAlive.com, Senin (1/9/2020), Dodo bercerita, saat itu dirinya sedang dalam perjalanan pulang kerja.
"Saat itu sekitar pukul 01.00, Sabtu 29 Agustus 2020, saya melintasi Jalan Raya Bogor sepulang dari kerja," kata Dodo, kepada Warta Kota, Selasa (1/9/2020).
Kala itu ia tengah menuju rumahnya yang berada di kawasan Cibubur, Jakarta Timur.
Mobil yang dikendarainya ikut menjadi korban amukan para pelaku penyerangan Polsek Ciracas.
"Sampai di Jalan Raya Bogor KM 26, atau sekitar lampu merah Khong Guan, mobil saya dihadang oleh puluhan orang yang sedang berjalan mengarah ke Cililitan," ujar Dodo.
Dirinya masih ingat ketika dihadang oleh sejumlah orang berbadan tegap dan besar pada hari itu.
"Saya diminta berhenti, dibentak dan dipukuli badan mobil saya, menggunakan parang, besi dan kayu. Mereka kebanyakan memakai masker dan tidak memberi tahu apapun saat saya tanya ada apa dan kenapa mobil saya dipukuli tanpa alasan jelas," papar Dodo.
Saat mobilnya menjadi target amukan massa, Dodo tak berani melawan dan memilih pasrah bertahan di dalam mobil.
"Tapi tetap saja mobil saya dipukuli, pakai parang, besi dan kayu. Saya hanya bertahan di dalam mobil, dan berharap semuanya berakhir," katanya.
Meskipun sempat terjebak dan menjadi target pengeroyokan, Dodo akhirnya bisa selamat keluar dari kondisi mencekam tersebut.
"Akhirnya saya bisa lepas, setelah kerumunan mulai sedikit, meski itu pun mereka teriak teriaki saya juga," katanya.
"Enam bagian di mobil brio milik saya rusak. Bagian wiper belakang patah, lampu belakang kiri pecah, agak bolong dua bagian atas, dan lecet-lecet di bagian kiri mobil," kata Dodo.
Bahkan dirinya sempat menyaksikan ada sejumlah pemotor yang tak luput dari target amukan para pelaku penyerangan Polsek Ciracas.
"Yang jelas, di depan mata saya, ada empat motor berjalan pelan sekitar 30 km per jam, dilempar besi dan jatuh semua. Habis itu mereka dipukulin.Padahal mereka enggak melawan sama sekali," katanya.
Atas kejadian tersebut, Dodo telah mengambil langkah untuk melapor kepada tim gabungan TNI-Polri yang menyelidiki kasus penyerangan Polsek Ciracas.
• Lihat Oknum TNI Serbu Polsek Ciracas, Mayjen Purn TB Hasanuddin: Bukan seperti Kenakalan Anak Muda
Andika Perkasa: Mereka Harus Bayar
Sebelumnya diberitakan, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Andika Perkasa telah mengungkapkan ancamannya terkait kasus perusakan Polsek Ciracas, Jakarta Timur pada Sabtu (29/8/2020).
Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com pada Senin (31/8/2020), Andika Perkasa menuntut agar pelaku penyerangan nantinya disuruh untuk membayar ganti rugi.
Hal itu diungkapkan Andika Perkasa saat konferensi pers pada Minggu (30/8/2020).
Mulanya Andika menjelaskan, pihaknya akan bertanggung jawab atas segala kerusakan materi serta pengobatan korban akibat serangan tersebut.
Ia menjelaskan kerusakan materiil dan korban yang dirawat akan ditangani langsung oleh Pangdam Jaya.
"Kami akan mengawal agar ada tindak lanjut termasuk memberikan ganti rugi terhadap biaya perawatan rumah sakit maupun kerusakan-kerusakan yang ditimbulkan oleh para pelaku," jelas Andika.
• Terkait Serangan di Polsek Ciracas, Terungkap Isi Ponsel Prada Ilham: Sempat Telpon 27 Rekannya
Pangdam Jaya diberikan tugas untuk menghitung semua kerugian yang terjadi akibat tindakan anarkis tersebut.
Mereka yang terbukti terlibat harus membayar kerusakan yang telah diperbuat.
Menurutnya, jika mereka hanya dihukum pidana maka Andika menganggap sanksi itu terlalu ringan.
"Jadi satu pintu saja sehingga nanti kita tahu dari satu sumber, apa yang rusak, berapa biaya pergantian."
"Dari situ kita hitung sehingga orang tidak hanya masuk penjara. Nggak. Mereka (pelaku) harus bayar. Terlalu enak kalau mereka hanya dihukum. Hukum pidana berjalan, tapi mengganti harus," katanya.
Mekanisme yang mungkin akan digunakan di antaranya dengan pemotongan gaji.
Apabila pelaku merupakan anggota TNI maka mereka tidak berhak mendapat gaji tersebut hingga dinyatakan dipecat.
"Jadi tergantung dari laporan Pangdam Jaya, berapa yang akan diganti oleh mereka dan berapa jumlah mereka (pelaku) itu akan kami perhitungkan," lanjutnya.
Dalam kesempatan itu, Andika juga menyebut pelaku-pelaku penyerangan Polsek Ciracas adalah orang yang tidak memiliki hati.
"Ini (pelaku) adalah oknum-oknum yang tidak punya kebijakan dan tidak punya hati sehingga mereka memilih melakukan ini," lanjutnya.
Terkait kerja sama dengan Polri dalam kasus ini, Andika meminta agar semua pihak jangan meragukannya.
Pasalnya, sudah dari dulu TNI dan Polri sering melakukan kerja sama dalam mengatasi sejumlah masalah.
"Soal kerja sama kami dengan Polri, tak perlu diragukan lagi. Sudah dari dulu. Kami sudah punya komitmen dan tidak ada hubungannya dengan insiden ini," kata Andika. (TribunWow.com/Anung/Mariah Gipty)
Artikel ini diolah dari Kompas.com KSAD: Terlalu Enak Jika Pelaku Perusakan Mapolsek Ciracas Hanya Dihukum Pidana dan Wartakotalive dengan judul Seorang Pemuda Alami Trauma Mobil Dirusak Massa Saat Peristiwa Penyerangan Polsek Ciracas