Breaking News:

Terkini Nasional

Disindir Ruhut 'Barisan Sakit Hati', Refly Harun Tunjukkan Video Tahun 2017: Jangan Memandang Rendah

Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun memberikan tanggapan sindiran dari pengacara Ruhut Sitompul.

Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
Capture YouTube Refly Harun
Kolase foto Ruhut Sitompul (kiri) dan Refly Harun (kanan). Ruhut Sitompul menyindir gerakan KAMI sebagai 'barisan sakit hati'. 

TRIBUNWOW.COM - Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun memberikan tanggapan sindiran dari pengacara Ruhut Sitompul.

Ruhut Sitompul sebelumnya menyebut bahwa Refly Harun termasuk barisan sakit hati lantaran terlempar dari jabatannya di pemerintahan.

Dirinya juga menilai bahwa alasan Refly Harun dicopot dari komisaris utama di perusahaan milik BUMN lantaran tidak mempunyai kontribusi yang besar.

Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun memberikan tanggapan terkait munculnya Kerapatan Indonesia Tanah Air (KITA), dalam tayangan Youtube Refly Harun, Selasa (25/8/2020).
Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun memberikan tanggapan terkait munculnya Kerapatan Indonesia Tanah Air (KITA), dalam tayangan Youtube Refly Harun, Selasa (25/8/2020). (Youtube/Refly Harun)

Refly Harun Justru Singgung Sikap Erick Thohir saat Jawab Kritik Ruhut soal Kontribusinya di BUMN

 Tanggapi Kemunculan KITA sebagai Pro Pemerintah, Refly Harun: KAMI Enggak ada Urusan dengan KITA

Dilansir TribunWow.com dalam tayangan Youtube pribadinya, Selasa (25/8/2020), Refly Harun menanggapinya dengan santai.

Dirinya mengungkit momen tahun 2017 saat berdebat dengan Ruhut di sebuah acara yang ditayangkan oleh KompasTV.

Pada saat itu, Refly Harun mengaku masih berada di dalam pemerintahan lantaran masih menjabat sebagai Komisaris di BUMN.

"Tapi jangan lupa Bang Ruhut, kita kan walaupun saya masih komisaris utama, kita kan pernah berdebat dengan posisi berbeda," ujar Refly Harun.

"Saya kira bukan soal benci dan tidak benci Jokowi, tetapi bagaimana kita melihat persoalan ini secara lebih jernih," ucapnya di tahun 2017.

"Jangan sampai pemerintahan ini jatuh karena orang-orang di sekitar kekuasaan membenarkan apapun yang dibuat, itu dulu," imbuhnya.

Menurutnya, sikapnya tersebut sudah dapat membuktikan bahwa dirinya tidak hanya mengkritik pemerintah sekarang ini saja atau setelah dicopot dari komisaris.

Oleh karenanya, Refly Harun pun tidak setuju dengan penyebutan Ruhut sebagai 'barisan sakit hati'.

"Jadi bukan baru-baru saja, saya mengkritik, menulis dan lain sebagainya," jelasnya.

Kebakaran Kejagung dari Atas ke Bawah, Babe Saidi Sebut Ada Kemungkinan Dilakukan Tenaga Profesional

Dirinya pun mengingatkan kepada Ruhut supaya tidak asal berbicara terkait pencopotannya dari komisaris, apalagi sampai menyebut tidak memiliki kontribusi.

"Jangan terlalu memandang orang rendah sekali," kata Refly Harun.

"Kalau memang mau tunjuk hidung ya sudahlah, sama-sama tunjuk hidung, saya tunjuk hidung saya, abang tunjuk hidung abang," pungkasnya.

Simak videonya mulai menit ke- 17.58

Tanggapi Kemunculan KITA sebagai Pro Pemerintah

Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun memberikan tanggapan terkait munculnya Kerapatan Indonesia Tanah Air (KITA).

Seperti yang diketahui, KITA belum lama ini dideklarasikan oleh para relawan Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin di Pilpres 2019 di Gedung Joeang, Jalan Menteng 31, Jakarta Pusat, Rabu (19/8/2020).

Munculnya KITA bisa dikatakan menyusul yang lebih dulu ada gerakan moral bernama Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).

Satu di antara deklarator KAMI adalah Refly Harun yang dideklarasikan di Tugu Proklamasi, Jakarta pada Selasa (18/8/2020).

Deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Tugu Proklamasi, Jakarta, Selasa (20/8/2020). Hadir sejumlah tokoh seperti Din Syamsuddin, Gatot Nurmantyo, dan Said Didu.
Deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Tugu Proklamasi, Jakarta, Selasa (20/8/2020). Hadir sejumlah tokoh seperti Din Syamsuddin, Gatot Nurmantyo, dan Said Didu. (Kompas.com/Istimewa)

Isu Resuffle Kembali Muncul, Rocky Gerung: Mungkin Jokowi Menganggap Orang KAMI untuk Diikutsertakan

Dilansir TribunWow.com, melihat kondisi tersebut, Refly Harun mengatakan bahwa tidak lantas membuat keduanya menjadi bertentangan atau sengaja dipertentangkan.

Karena keduanya tentunya mempunyai kedudukan yang bertolak belakang.

KITA bisa dikatakan pro atau pendukung pemerintah, sedangkan sebaliknya, KAMI merupakan oposisi dari pemerintah.

Namun dirinya hanya berharap keduanya sama-sama berjalan dengan visi dan misi baiknya masing-masing.

"Kenapa kita mau pertentangkan, ya dua-duanya berjalan secara baik saja dengan visi dan misi masing-masing," ujar Refly Harun.

"Ya mudah-mudahan dua-duanya baik dan efektif," imbuhnya.

Menurutnya jika yang terjadi justru seperti itu, dibenturkan, maka disebutnya benar ada yang tidak beres di dalam pemerintahan.

Dirinya pun menyimpulkan bahwa pemerintahan sudah selayaknya bersifat otoriter.

Lantaran menyiptakan lawan untuk menentang yang menentang pemerintahan.

Akhirnya Turun Gunung, Gatot Nurmantyo Merasa Sumpahnya Terusik dan Bentuk KAMI: Saya Punya Utang

"Lalu kenapa kita harus berbenturan? Justru kalau misalnya dibenturkan itu menunjukkan bahwa perilaku negara itu kayak negara otoriter, jadi negara otoriter itu kalau ada kelompok sipil yang kuat, maka dia akan ciptakan kelompok sipil lainnya agar saling berantem," ungkapnya.

Lebih lanjut, Refly Harun menegaskan bahwa gerakan KAMI tidak mempunyai urusan dengan KITA, melainkan urusannya adalah dengan pemerintah yang sedang berkuasa.

Oleh karenanya, ia berharap nantinya KITA justru menjadi penghalang tujuan dari KAMI yang sebelumnya sudah memberikan 8 poin tuntutan supaya dipenuhi oleh pemerintah.

"Kan KAMI enggak ada urusan dengan KITA. Silakan KITA mendeklasrasikan diri dengan visi dan misinya masing-masing dan tidak perlu saling menganggu," terangnya.

"Walaupun narasi-narasi yang diciptakan Kak Maman dalam dua kali bertemu saya, narasi yang menyudutkan, sama seperti Ruhut juga," kata Refly Harun.

"Karena yang kita address itu pemerintah, bukan kelompok KITA dan di situ semuanya menginginkan pemerintah penyelenggara negara itu menjalankan fungsinya sebaik-baiknya," pungkasnya. (TribunWow/Elfan Fajar Nugroho)

Tags:
Ruhut SitompulRefly HarunKAMI
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved