Terkini Daerah
Pamit Beli Sarapan, Siswa SMP di Deliserdang Ditemukan Tewas Terbungkus Karung di Sungai
Seorang remaja SMP berinisial NW (13) ditemukan tewas terbungkus karung di dalam sungai dengan kondisi tubuh terikat.
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Seorang remaja SMP berinisial NW (13) ditemukan tewas terbungkus karung di dalam sungai.
Pihak kepolisian pun terus melakukan penyelidikan terkait pembunuhan yang menimpa siswa asal Kecamatan Bangun Purba, Deliserdang itu.
Dikutip dari TribunMedan, Minggu (23/8/2020), ada beberapa dugaan motif yang disampaikan polisi, seperti dendam hingga perampokan.
• Viral Video Ibu Panggil Anaknya yang Hilang di Pohon Bambu, Korban Ditemukan Selamat Tanpa Busana
Kasat Reskrim Polresta Deliserdang, Kompol Muhammad Firdaus mengatakan saat ini pihaknya masih terus memeriksa saksi-saksi.
Selain pihak keluarga, penuidik juga meminta keterangan teman-teman korban.
"Motif sementara dirampok karena berdasarkan keterangan ibunya dia keluar dari rumah dengan menggunakan sepeda motor (Yamaha Jupiter Z)."
"Inikan fakta-fakta dan saat kita temukan sepeda motornya juga tidak ada. Makanya kita simpulkan sementara motifnya perampokan," ucap Muhammad Firdaus.
Meski begitu, ia tak memungkiri adanya dugaan motif dendam di balik pembunuhan NW.
Dugaan ini mencuat lantaran jasad korban ditemukan dalam karung di aliran sungai merah Desa Sei Merah Kecamatan Tanjung Morawa.
Korban dalam keadaan terikat di dalam karung.
Bagian kepala berada di luar, sedangkan bagian leher hingga kaki terbungkus di dalam karung.
• Kronologi Ibu 70 Tahun Ditampar dan Diinjak Anak Kandung hingga Berdarah, Berawal dari Lindungi Cucu
"Dendam bisa jadi dan bisa sajalah. Karena kondisinya saat ditemukan seperti itu (terbungkus)," ujar Firdaus.
"Yang jelaskan motif lainnya ingin menghilangkan jejak juga pelaku ini."
"Karena di dalam karung itu jugakan ada pemberatnya (batu) dibuat supaya tidak ditemukan lagi dia," kata Fidaus.
Karena pelaku ada niat untuk menghilangkan jejak, sambung Firdaus, maka tidak menutup kemungkinan pelakunya adalah orang dekat atau orang yang dikenal oleh korban.
"Ya perampok ini kadang ada yang mau meninggalkan korbannya begitu saja tapi ada juga yang memang mau menghilangkan jejak."
"Ya (karena menghilangkan jejak kemungkinan orang dekat) bisa saja. Betul itu. Mohon doanya lah," kata Muhammad Fidaus.
Sementara itu, isak tangis keluarga pecah ketika jenazah tiba di rumah duka Minggu siang.
Sebelumnya jasadnya sempat dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk dilakukan proses autopsi.
Tidak lama sampai pihak keluarga pun langsung memakamkan jasad korban di di pemakaman muslim.
• BLT Rp 600 Ribu Cair Besok, Begini Cara Cek Namamu Terdaftar atau Tidak di BPJS Ketenagakerjaan
Pamit Beli Sarapan
Sebelumnya, Ibu korban, Mirawati Saragih menyebut putranya tersebut hilang sejak tanggal 15 Agustus lalu.
"Tanggal 15 itulah dia pergi terakhir dari rumah. Pamitnya mau beli sarapan sajanya tapi enggak pernah balik lagi," ucapnya.
Dia menyebut kalau pada saat itu anaknya itu pergi dengan mengendarai sepeda motor.
Ia tidak menyangka pamitan itu menjadi pamit yang terakhir kalinya.
"Belum mandi sebenarnya dia saat itu. Dia mau beli sarapan untuk dirinya sendiri. Dari rumah tidak ada bawa baju ganti ya biasa saja," kata Mirawati.
Informasi yang dihimpun Mirawati telah berpisah dengan suaminya.
Mirawati tinggal di Desa Ujung Rambe, sementara mantan suaminya itu tinggal di Kota Medan.
Korban sendiri merupakan anak kedua dari tiga bersaudara.
Kepala SMP Negeri 2 Galang, Rahma Astuty Sihombing, bersama beberapa guru sudah datang melayat ke rumah duka.
Rahma menyebut NW dikenal sebagai sosok yang baik di lingkungan sekolah.
"Dia kita kenal sebagai siswa yang baik. Dia ketua kelas ini. Semoga almarhum husnul khotimah. Harapan kita semoga kasusnya ini cepat terungkap," kata Rahma Astuti Sihombing.
(TribunMedan/Indra Gunawan)
Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Motif Pembunuhan Siswa SMP di Deliserdang, Polisi Menduga Dendam Disertai Perampokan