Terkini Daerah
Ayah Korban Pertanyakan Motif Pembunuhan Staf KPU di Yahukimo: Bukan Penentu Pemenang Pilkada
Saat mengendarai motor di Yahukimo, Henry dan rekannya tiba-tiba disergap oleh orang tak dikenal yang membawa senjata tajam.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
TRIBUNWOW.COM - Masih belum jelas mengapa segerombolan orang tak dikenal tiba-tiba menyergap dan membunuh Henry Jovinski (24).
Kesehariannya, Henry berprofesi seorang staf Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Yahukimo, Papua yang bekerja di bagian IT.
Ayah korban, Sugeng Kusharyanto mengaku bingung mengapa anaknya yang bukan orang berpengaruh di KPU dibunuh oleh orang tak dikenal tanpa sebab yang jelas.

• Staf KPU di Yahukimo Dibunuh seusai Ditanya Negara Asal, Nenek Korban Singgung Ucapan Pelaku
Dikutip dari Kompas.com, Kamis (13/8/2020), Sugeng kini hanya menginginkan agar pelaku pembunuh anaknya bisa ditangkap.
"Saya minta diusut tuntas, siapapun pelakunya ditangkap, kalau memang terbukti kasih hukuman yang setimpal atas perbuatannya, kita tidak mungkin membalas kematian anak kita," kata sang ayah.
Upaya mencari tahu alasan anaknya dibunuh terus dilakukan oleh Sugeng.
Satu cara yang dilakukan oleh Sugeng adalah mencari penjelasan dari Sekretaris KPU Yahukimo.
Namun upaya tersebut tak membuahkan hasil, Sugeng menyebut Sekretaris KPU Yahukimo enggan menjelaskan secara rinci kronologis pembunuhan Henry.
Sumber informasi lain yang diperoleh oleh Sugeng di antaranya juga berasal dari media sosial.
Lantaran anaknya hanyalah staf IT, Sugeng heran masih belum mengerti motif pembunuhan yang dilakukan oleh pelaku.
"Anak saya bukan penentu pemenang Pilkada atau penentu siapa diterima sebagai caleg, tanda tangannya tidak dibutuhkan. Karena sebagai orang IT kan hanya di belakang layar,” kata Sugeng.
• Kronologi Staf KPU di Papua Tewas Dibacok Orang Tak Dikenal, Dihadang saat Pulang Antar Obat
Orang Indonesia, Mana KTP-nya?
Sesaat sebelum dibunuh, Henry sempat ditanya soal asal negara dan identitas oleh pelaku.
Dikutip dari Kompas.com, Rabu (12/8/2020), kala itu Henry sedang bepergian bersama temannya yakni KM (38).
Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal menjelaskan, saat itu korban bersama rekannya tengah dalam perjalanan mengantar obat untuk rekan mereka yakni KP (30).