Virus Corona
Di ILC, Pandu Riono sampai Tak Berani Sebutkan Puncak Pandemi Corona: Saya Tidak Tahu Lagi
Pakar Epidemiologi Pandu Riono enggan memprediksi puncak pandemi Virus Corona (Covid-19) di Indonesia.
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Claudia Noventa
"Kenapa kita enggak bisa berhasil seperti Thailand? Kenapa kita tidak bisa berhasil seperti Vietnam?" tanya Pandu.
"Kita enggak serius. Kenapa kita enggak serius? Karena tidak direspons sebagai suatu negara," lanjutnya.
Ia menilai penanganan pandemi harus ditangani langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Pandu menyebutkan selama ini urusan pandemi diserahkan kepada badan lain.
"Negara itu adalah presiden. Jadi Pak Jokowi harus memimpin langsung," paparnya.
"Orang sudah bilang Pak Jokowi mimpin langsung. Tapi kemudian apa? Didelegasikan ke komite, didelegasikan ke Satgas," jelas Pandu.
Menurut Pandu, hal itu membuat kebijakan terkait pandemi menjadi tidak maksimal dilaksanakan.
"Bagaimana bisa menerapkan aturan? Bagaimana bisa menyerapkan anggaran? Satgas itu cuma bisa bikin surat edaran," sindirnya.
Lihat videonya mulai menit ke-1.00:
BUMN Siapkan Produksi Vaksin
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir menyampaikan kabar baik terkait penanganan Virus Corona.
Dilansir TribunWow.com, kabar baik dari Erick Thohir tersebut adalah tentang penemuan vaksin Covid-19.
Dalam acara Mata Najwa, Rabu (5/8/2020), Erick Thohir merencanakan vaksin Covid-19 bisa mulai diedarkan pada awal tahun depan, yakni sekitar Januari dan Februari 2021.
• Erick Thohir dan Nadiem Makarim Kompak Mengaku Stres, Najwa Shihab: Kayaknya Itu Jujur Sekali
Menurut Erick Thohir, sejauh ini semua persiapan sudah dimatangkan oleh Bio Farma yang juga bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan dari beberapa negara lain.
Dan dikatakannya sudah memasuki tahap persiapan uji klinis fase ketiga.
Dirinya menyakini dan optimis produksi vaksin Covid-19 bisa mulai dikerjakan pada akhir tahun yakni pada bulan Desember 2020.
Erick Thohir mengatakan Bio Farma yang saat ini sudah mempunyai kapasitas pembuatan vaksin sebanyak 100 juta akan ditingkatkan sampai Desember 2020 menjadi 250 juta produksi.
