Viral Medsos
Soal Pemerkosaan di Bintaro, Komnas Perempuan Kecewa Pelaku Baru Tertangkap setelah Setahun Kejadian
Komnas Perempuan angkat bicara soal kasus pelecehan seksual yang dialami oleh wanita berinisial AF di Bintaro pada 13 Agustus 2019.
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Atri Wahyu Mukti
"Membebankan pembuktian pada korban itu sama saja menambah kembali beban kepada korban," ungkap dia.
Padahal dalam kasus di Bintaro, korban sudah ikut membantu mengumpulkan bukti di antaranya hasil visum, rekaman CCTV hingga tangkapan layar chat terror dari pelaku.
• Pelaku Pemerkosaan Bintaro Baru Tertangkap Setahun setelah Kejadian, Polisi: Korban Tak Kenal Pelaku
Lihat videonya berikut:
Alasan Polisi Pelaku Baru Tertangkap
Kasus ini baru viral setelah korban membagikan kisah tragisnya itu melalui akun Instagramnya.
Dikutip TribunWow.com dari channel YouTube metrotvnews pada Senin (10/8/2020), Kapolres Tangerang Selatan, Imam Setiawan mengatakan bahwa laporan kasus itu sebenarnya sudah dilakukan tak lama setelah kejadian.
Namun, polisi baru berhasil menangkapnya dalam rentan waktu setahun karena baik korban maupun saksi tidak ada yang mengenal pelaku.
"Betul korban melapor tapi tidak mengenal atau tidak mengetahui sehingga kami membutuhkan waktu untuk melakukan penyelidikan dan mengkaji," kata Imam.
Selain itu Imam mengatakan pihaknya perlu melakukan penyelidikan lebih dalam hingga akhirnya menemukan pelaku.
"Siapa pelaku inilah rentang waktu yang kita butuhkan kita melakukan analisa kemudian juga beberapa informasi di lapangan," katanya.
Saat ditanya lagi mengapa polisi membutuhkan waktu setahun sedangkan korban sempat memamerkan rekaman CCTV di media sosialnya, Imam menegaskan lagi bahwa korban tidak mengenal korban.
Selain itu tak ada pula saksi yang melihat pasca kejadian itu.
• Sempat Kesulitan Tangkap Terduga Perkosaan di Bintaro, Polisi: Ternyata Disembunyikan Keluarga
"Ini yang perlu saya jelaskan awalnya korban tidak mengetahui dan tidak mengenal pelaku."
"Saksi dari perkara ini tidak ada yang mengetahui pasca kejadian itu secara detail," kata Imam.
Imam mengakui baru bisa mengidentifikasi pelaku dari sejumlah pesan pelaku kepada korban.
Diketahui pelaku sempat meneror korban dengan akun-akun palsu yang berbeda.