Ledakan di Beirut
Viral Rekam Momen Ledakan di Beirut, Ini Cerita sang Pengantin Wanita: Apakah Saya akan Mati?
Viral detik-detik ledakan di Beirut, Lebanon terekam oleh sepasang pengantin yang sedang menjalani sesi pengambilan video acara pernikahan.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
TRIBUNWOW.COM - Israa Seblani (29) merupakan sosok pengantin wanita yang viral di media sosial sebab sempat mengabadikan detik-detik dahsyatnya efek ledakan di Beirut, Lebanon.
Wanita yang berprofesi sebagai dokter di Amerika Serikat itu tak menyangka momen bahagianya merekam video acara pernikahan mereka terjadi bersamaan dengan ledakan besar yang diduga bersumber dari 2.750 ton ammonium nitrat.
Syok masih dirasakan oleh Israa dan suaminya Ahmad Subeih (34).

• Trump Masih Menduga Ledakan di Beirut Bersumber dari Serangan: Belum Ada yang Tahu Pasti
Dikutip dari theguardian.com, Kamis (6/8/2020), hingga saat ini total 135 orang tewas akibat ledakan dari bahan kimia yang diletakkan sembarangan di gudang penyimpanan tersebut.
Israa mengatakan dirinya sudah mempersiapkan momen pernikahan mereka sejak jauh hari.
"Saya telah mempersiapkan hari besar saya selama dua minggu dan saya sangat senang seperti wanita lain," kata dia.
Ketika ledakan terjadi, Israa sempat berpikir bahwa dirinya bertanya-tanya apakah dapat selamat atau akan mati.
"Apa yang terjadi saat ledakan itu, tidak ada kata-kata yang dapat melukiskannya," tutur Israa.
"Saya sangat syok, saya bertanya-tanya tentang apa yang terjadi, apakah saya akan mati? Bagaimana saya akan mati?" lanjutnya.
Sang suami, yakni Subeih mengatakan suasana pasca ledakan terjadi sangat menyedihkan.
Ia melihat kehancuran di sekitar tempat mereka melakukan sesi video acara pernikahan.
• Nasib Korban Ledakan di Beirut Lebanon Tak Bisa Dirawat karena Rumah Sakit Hancur dan Listrik Padam
Sempat Lanjutkan Sesi Video
Israa mengatakan ketika ledakan usai, dirinya diberi semangat oleh suami untuk tetap melanjutkan momen bahagia mereka.
Dengan berusaha tersenyum, Israa mengaku sempat melanjutkan sesi pengambilan video meski di dalam hatinya ia tak mau melanjutkannya.
Setelah kejadian tersebut, Israa dan Seblani berniat untuk segera pindah ke Amerika Serikat.