Terkini Nasional

Lansia Terduga Pelaku Pencemaran Nama Ahok Ditangkap: Ketagihan Dapat Like dan Komen dari Warganet

Seorang wanita berinisial KS terduga pelaku pencemaran nama baik, Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kini ditangkap.

YouTube Kompas TV
Seorang wanita berinisial KS terduga pelaku pencemaran nama baik, Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kini diamankan oleh Polda Metro Jaya pada Kamis (30/7/2020). 

TRIBUNWOW.COM - Seorang wanita berinisial KS (67) terduga pelaku pencemaran nama baik, Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kini diamankan oleh Polda Metro Jaya, pada Kamis (30/7/2020).

Saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, KS mengatakan dirinya menyesal dan meminta maaf pada Ahok atas apa yang telah dilakukannya tersebut.

KS menegaskan dirinya melakukan hal yang dianggap merugikan nama baik itu terlepas dari hal-hal yang berbau politik.

Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengungkap perbedaan sikap marahnya pada saat sebelum masuk penjara dan sesudahnya. Hal itu diungkapkan Ahok melalui channel YouTubenya Panggil Saya BTP yang tayang pada Selasa (30/6/2020).
Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengungkap perbedaan sikap marahnya pada saat sebelum masuk penjara dan sesudahnya. Hal itu diungkapkan Ahok melalui channel YouTubenya Panggil Saya BTP yang tayang pada Selasa (30/6/2020). (Youtube/Panggil Aku BTP)

Ahok Lapor Kasus Pencemaran Nama Baik, Kuasa Hukum: Penghinaan Berupa Tulisan dan Gambar di Medsos

Hal itu semata-mata demi membela Mantan Istri Ahok, Veronica Tan.

Selain itu, KS mengakui mendapat like dan komentar dari warganet bisa menjadi kepuasan tersendiri baginya.

Mulanya, KS mengatakan bahwa dirinya merasa pernah mengalami nasib yang sama dengan Veronica.

"Suatu kekhilafan yang didasarkan oleh emosi karena saya merasa bahwa adalah sesama wanita yang mungkin juga pernah mengalami hal-hal yang dialami hal-hal yang seperti dialami Bu Vero."

"Kami tidak ada tunggangan dari politik atau golongan tertentu murni hanya berdasarkan kaum wanita," jelas KS.

Kini, KS mengakui menyesali perbuatannya.

Namun, menurutnya apa yang sudah terjadi sudah tak bisa dikembalikan lagi.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Claudia Noventa
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved