Breaking News:

Misteri Kematian Yodi Prabowo

Yodi Prabowo Diduga Bunuh Diri, Ahli Psikologi Forensik: Pemikiran Jadi Perbuatan Memakan 12 Bulan

Pakar Psikologi Forensik, Reza Indragiri angkat bicara soal kesimpulan polisi yang menyebut Editor Metro TV, Yodi Prabowo diduga kuat bunuh diri.

Penulis: Mariah Gipty
Editor: Ananda Putri Octaviani
TMC POLDA METRO JAYA VIA KOMPAS
Kabar terbaru menyebutkan bahwa ada satu saksi yang juga merupakan rekan Yodi Prabowo mengaku tahu siapa pembunuh korban. Hal itu diungkapkan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus pada Selasa (21/7/2020). 

TRIBUNWOW.COM - Pakar Psikologi Forensik, Reza Indragiri angkat bicara soal kesimpulan polisi yang menyebut Editor Metro TV, Yodi Prabowo diduga kuat bunuh diri.

Polisi menyebut dalam konferensi pers pada Senin (27/7/2020), menyebut Yodi Prabowo diduga bunuh diri karena adanya dugaan despresi yang muncul.

Satu di antara hal yang diduga kuat bahwa Yodi benar-benar bunuh diri karena kalimat Almarhum seperti dikutip dari channel TribunWow.com dari channel YouTube Kompas TV pada Selasa (28/7/2020).

Dalam channel YouTube Kompas TV pada Sabtu (25/7/2020), Pakar Psikologi Forensik, Reza Indragiri mengatakan bahwa dugaan kuat polisi itu sama dengan prediksinya.
Dalam channel YouTube Kompas TV pada Sabtu (25/7/2020), Pakar Psikologi Forensik, Reza Indragiri mengatakan bahwa dugaan kuat polisi itu sama dengan prediksinya. (Channel YouTube Kompas TV)

Masih Misteri, Full Rekaman CCTV Yodi Prabowo Beli Pisau, Polisi Sebut Pisau Miliki Merk Khusus

Hadir di Sapa Indonesia Malam pada Sabtu (25/7/2020), Reza berpesan agar semua orang jangan menyepelekan kata-kata orang lain yang mengindikasikan atau kaitannya dengan bunuh diri.

Diberitakan sebelumnya, Almarhum sempat berkata pada kekasihnya, Suci Fitri bagaimana kalau dirinya meninggal dunia.

"Saya pribadi menemukan dari sekian banyak pemberitaan dari media massa menemukan ada satu kalimat singkat yang saya pikir memiliki makna sangat dalam."

"Nah kalimat singkat atau kalimat sederhana yang disampaikan salah seorang saksi menuju dari perkataan almarhum itulah yang kemudian memberikan pembenaran bagi Polda Metro Jaya," kata Reza.

Menurut Reza kata-kata tersebut dirasa janggal.

"Ya antara lain ada saksi yang mengatakan bahwa almarhum pernah berkata kalau saya enggak ada, kamu merasa sedih enggak ya, itu salah satunya," imbuhnya.

Selain itu, Reza juga menyoroti keterangan dari Ibu Yodi, Turinah yang mengatakan bahwa anaknya sebelum kematiannya terlihat murung.

Dugaan Bunuh Diri Yodi Prabowo, Suicidolog Singgung Luka Tusuk di Tubuh Korban: Jarang Sekali

Yodi disebut menjadi lebih pendiam dari biasanya.

"Kemudian ada serangkaian keterangan dari kerabat almarhum misalnya almarhum menunjukkan gelagat ketakutan, kemudian tidak mau makan, tidak mau berkumpul dengan teman-teman saat berada di rumah," kata Reza.

Lalu, Reza juga menyoroti temuan Laboratorium Forensik yang menemukan bahwa Yodi positif mengosumsi amphetamine.

Sehingga, hal-hal tersebut mendukung adanya dugaan bunuh diri editor 26 tahun tersebut.

"Seperti mengalami masalah berat tapi enggak mau ngomong tambahanlagi informasi dari Polda Metro Jaya korban mengosumsi obat-obatan tertentu."

Halaman
12
Tags:
Yodi PrabowoAkhiri HidupAhli Psikologi Forensik
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved