Breaking News:

Virus Corona

WHO Sebut Virus Corona Menyebar di Udara dan Menular, Beri Rekomendasi untuk Pencegahannya

WHO mengungkap bahwa Virus Corona dapat menular melalui udara. Lantas bagaimana cara mencegahnya?

TribunVideo/Radifan Setiawan
ILUSTRASI Virus Corona/Covid-19 

Dilansir NPR, Kamis (9/7/2020), WHO sudah merekomendasikan tindakan pencegahan khusus terhadap aerosol di lingkungan rumah sakit, terutama prosedur seperti memasukkan tabung pernapasan ke pasien.

Panduan ini sudah dikeluarkan sejak 10 Januari 2020.

Dalam rilis terbarunya, WHO menekankan pedoman tambahan yang harus dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19 melalui udara.

Ini termasuk pemakaian masker saat menjaga jarak fisik sulit dilakukan.

WHO juga merekomendasikan untuk menghindari ruang yang penuh sesak dan tertutup dengan ventilasi yang buruk.

Donald Milton, seorang ahli aerobiologi di University of Maryland dan seorang penulis utama pada surat terbuka yang mendorong lebih banyak perhatian pada transmisi aerosol, mengatakan, ia masih percaya bahwa aerosol bertanggung jawab atas superspreading seperti latihan paduan suara di Washington.

Milton mengaku ada perasaan campur aduk dalam pernyataan resmi WHO ini.

"Saya senang melihat WHO bergerak sedikit. Saya kecewa mereka tidak bergerak lebih jauh."

Benarkah Minyak Kelapa Bisa Bantu Melawan Virus Corona? Ini Penjelasan Klaim Medis dari India

Apa yang berubah?

Spesialis paru dari RSUP Persahabatan dr Budhi Antariksa, SpP (K), PhD mengatakan, pernyataan resmi WHO bahwa Virus Corona berada di udara dan dapat menular akan mengubah tata cara kita melindungi diri.

Salah satu perubahan jika penyebaran Covid-19 bisa melalui udara terbukti benar adalah penggunaan masker.

"Mungkin maskernya pun akan lebih yang protektif karena jika (Virus Corona) airborne berarti dia ada di mana-mana, di udara sekitar," kata Budhi alam acara diskusi online bertajuk "Menyiapkan Kehidupan Normal dengan Meningkatkan Daya Tahan Tubuh" yang diadakan Imboost, Kamis (9/7/2020).

Budhi menjelaskan, ketika Virus Corona ada di udara, artinya virus dapat terhirup kapan dan di mana saja.

Selain itu, virus juga berpotensi masuk ke tubuh melalui masker yang memiliki celah.

"Konsekuensinya nanti akan ada biaya yang lebih mahal. Biasanya kita pakai masker bedah biasa, tapi dengan airborne bisa saja harus memakai masker yang N95," ujarnya yang juga sebagai staf pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI).

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Tags:
Covid-19Virus CoronaWHO
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved