Terkini Daerah
Sakit Hati Disebut Bodoh, Begini Pengakuan Murid Sekaligus Pelaku Pembunuhan Guru SD Dalam Ember
Sosok pembunuh Guru SD EY (50) di Kecamatan Muaratelang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan yakni Ardiansyah (18) memberikan kesaksian.
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Atri Wahyu Mukti
TRIBUNWOW.COM - Sosok pembunuh Guru SD EY (50) di Kecamatan Muaratelang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan yakni Ardiansyah (18) memberikan kesaksian.
Sebagaimana diketahui mayat EY ditemukan oleh warga telanjang di dalam ember di rumah korban.
Pada Kapolres Banyuasi AKBP Danny Ardiantara Sianipar SIk, Ardiansyah mengaku membunuh korban karena sakit hati.

• Ditanya soal Firasat Mayat Guru SD di Dalam Ember, Kakak Korban: Adik Saya Bukan Orang Nakal
Ardiansyah mengaku sakit hati disebut dongak (bodoh) oleh korban.
"Dendam sama korban?," tanya Danny Ardiantara Sianipar seperti dikutip dari Sripoku.com
"Ya," jawab korban, Jumat (10/7/2020) saat konferensi pers di Mapolres Banyuasin.
Sebelumnya, Ardiansyah disebut selalu menangis dan menundukkan kepala.
Selain dendam, polisi juga mengungkapkan bahwa Ardiansyah membunuh gurunya itu karena birahinya naik setelah melihat konten porno.
"Dulu tersangka pernah dihina oleh gurunya (korban) pada waktu kecil, tetapi kejadian pada hari itu adalah tersangka habis nonton film b***p, lalu birahinya naik."
"Karena ada dendam juga dengan korban lalu mencarinya," kata Danny Ardiantara Sianipar.
• Ditanya soal Firasat Mayat Guru SD di Dalam Ember, Kakak Korban: Adik Saya Bukan Orang Nakal
Polisi juga mendapat keterangan dari tetangga korban bahwa Ardianysah sering mengintip korban.
Namun saat ditanya jika memang dendam pada Guru guru SD Negeri 11 Muara Telang itu, mengapa baru dilakukan sekarang, pelaku justru tak bisa menjawab.
"Tidak tahu," ujar Ardhiansyah.
Sehingga polisi langsung menangkap Ardhiansyah.
Saat dijemput, rupanya pelaku juga kedapatan membawa dua handphone milik korban yang hilang.
"Dari kecocokan tersebut langsung kita bawa tersangka ke Polsek Muara Telang untuk di interograsi," kata "Dari kecocokan tersebut langsung kita bawa tersangka ke Polsek Muara Telang untuk di interograsi," kata Danny Ardiantara Sianipar.
Menurut Danny, pelaku langsung mengakui perbuatannya ketika diinterogasi.
Akibat perbuatannya itu, pelaku disebut telah melanggar pasal 338 dan 285 KUHP.
Pelaku terancam mendapat hukuman 25 tahun penjara atau maksimal seumur hidup.
• Ternyata Muridnya, Ini Sosok Pembunuh Guru SD yang Mayatnya Dimasukan ke Ember, Terkenal Nakal
Keluarga Korban Ungkap Sifat Pelaku
Seperti dikutip dari Tribun Sumsel, Keponakan korban, Sela (26) mengatakan bahwa pelaku memang terkenal nakal.
Bahkan, Ardhiansyah pernah minta tolong untuk dinaikkan kelas.
"Pembunuh itu (pelaku) memang terkenal nakal sejak sekolah. Dia juga pernah tidak naik kelas waktu SD."
"Orang tuanya pernah datang ke Tante, minta tolong supaya anaknya minta dinaikkan kelas."
"Tapikan tidak bisa seperti itu. Kalau tidak naik kelas ya sudah jelas seperti itu," ujar Sela saat ditemui di depan Instalasi Forensik RS Bhayangkara Palembang, Jumat (10/7/2020).
Menurut cerita EY semasa hidup, rupanya pelaku sering mencuri celengan di rumah guru SD itu.
Tidak sekali dua kali, Ardhiansyah pernah masuk ke rumah korban.
"Selain itu pernah juga ketahuan masuk diam-diam ke rumah Tante. Entah niatnya mau mencuri atau bagaimana, tapi saat itu ketahuan."
"Jadi sama Tante langsung diperingatkan supaya jangan mengganggu. Soalnya sama-sama saling kenal," ujar Sela.

• Ditanya soal Firasat Mayat Guru SD di Dalam Ember, Kakak Korban: Adik Saya Bukan Orang Nakal
Menanggapi perlakuan kejam pelaku pada tantenya, pihak keluarga menuntut keadilan.
Bahkan, Ardiansyah dituntut dihukum mati.
Menurut Sela, tantenya itu adalah sosok yang baik.
"Pembunuh itu harus dihukum mati. Perbuatannya benar-benar sudah sangat keterlaluan."
"Tante saya itu gurunya yang seharusnya di hormati. Tapi malah diperlakukan kejam begitu. Kami ingin keadilan," ungkap Sela sambil menangis.
Sedangkan menurut pengakuan Ardiasnyah melalui Kapolres Banyuasin AKBP Danny Ardiantara Sianipar SIk, pelaku mengaku tega membunuh gurunya juga karena dendam.
Ardiansyah mengaku sakit hati disebut dongak (bodoh) oleh korban.
"Dendam sama korban," tanya Danny Ardiantara Sianipar.
"Ya," jawab korban, Jumat (10/7/2020) saat konferensi pers di Mapolres Banyuasin.
• Kesaksian Kakak Guru SD yang Mayatnya di Dalam Ember: Saya yang Angkat Jenazahnya, Sudah Kaku
Sebelumnya, Ardiansyah disebut selalu menangis dan menundukkan kepala.
Selain dendam, polisi juga mengungkapkan bahwa Ardiansyah membunuh gurunya itu karena birahinya naik setelah melihat konten porno.
"Dulu tersangka pernah dihina oleh gurunya (korban) pada waktu kecil, tetapi kejadian pada hari itu adalah tersangka habis nonton film b***p, lalu birahinya naik,"
"Karena ada dendam juga dengan korban lalu mencarinya," kata Danny Ardiantara Sianipar.
Polisi juga mendapat keterangan dari tetangga korban bahwa Ardianysah sering mengintip korban.
Lihat Video Pemakaman Korban:
(TribunWow.com/Mariah Gipty)
Sebagian Artikel ini telah tayang di Tribun Sumsel dengan judul Sosok Ardiansyah Tersangka Pemerkosa dan Bunuh Gurunya Sewaktu SD di Banyuasin, Dikenal Nakal dan di Sripoku.com dengan judul Pengakuan Pelaku Pembunuh Guru di Banyuasin, Saat Sekolah Dirinya Sering Dipanggil Bodoh