Terkini Internasional
Video Detik-detik Longsoran Dahsyat Menyapu Tambang Giok Terbesar di Dunia, Disebut seperti Tsunami
Bencana tanah longsor menelan ratusan pekerja di lokasi penambangan giok di di daerah Hpakant, Kachin, Myanmar utara, Kamis (2/7/2020).
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Atri Wahyu Mukti
TRIBUNWOW.COM - Bencana tanah longsor menelan ratusan pekerja di lokasi penambangan giok di di daerah Hpakant, Kachin, Myanmar Utara, Kamis (2/7/2020).
Dalam video yang direkam pada saat kejadian, terlihat longsoran tanah yang menimpa kubangan air serupa danau, yang menyebabkan gelombang air menyapu ke segala arah.
Sementara, terlihat orang-orang berlarian dengan panik untuk menyelamatkan diri.

• China Disebut Steril Paksa Wanita Muslim Uighur, Diduga Buat Kendalikan Populasi
Bencana ini menjadi yang paling parah terjadi selama ini karena telah menelan lebih dari ratusan korban jiwa.
Petugas penyelamat yang dikerahkan, hingga saat ini telah berhasil menemukan dan mengevakuasi 162 jenazah korban longsor.
Dilansir bbc.com, Jumat (3/7/2020) penyelamatan terus berlanjut sepanjang hari karena sejumlah orang yang diketahui masih hilang di lokasi.
Menurut petugas pemadam kebakaran, gelombang lumpur dan batu yang dipicu oleh hujan deras menggulung para penambang batu tersebut.
Dikatakan bahwa pada pukul 19.15 waktu setempat, regu penyelamat telah berhasil menemukan 162 jasad korban longsor.
Sementara itu 54 orang yang terluka dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.
Namun tidak ada rincian angka yang diberikan untuk jumlah orang yang masih hilang.
Menanggapi peristiwa tersebut, Menteri Urusan Sosial Negara Bagian Kachin, Dashi La Seng, mengatakan bahwa lonsorang itu terlihat seperti bencana tsunami.
"Tiba-tiba sejumlah besar lumpur bersama dengan air hujan mengalir ke dalam lubang. Itu seperti tsunami," tutur La Seng.
Hujan deras berlanjut sepanjang hari selama aksi penyelamatan dilakukan.
Polisi mengatakan bahwa peringatan telah dikeluarkan pada hari Rabu (1/7/2020), agar orang-orang tidak berada di lokasi tersebut mengingat curah hujan sangat tinggi dalam beberapa hari.
Namun, beberapa orang tidak mengidahkan peringatan tersebut, meskipun saran itu mungkin juga telah menyelamatkan banyak nyawa.