Terkini Nasional
Jokowi Ancam Reshuffle, selain Ahok Nama AHY juga Diisukan Masuk Kabinet, Begini Reaksi Demokrat
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) juga diisukan akan menjadi menteri baru Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Selain nama Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) juga diisukan akan menjadi menteri baru Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Rumor itu berhembus setelah Jokowi mengancam akan mereshuffle kabinet lantaran dianggap tidak maksimal dalam menangani pandemi Covid-19.
Sedangkan sebelumnya, AHY juga pernah diisukan menjadi menteri pada awal pemerintahan Jokowi di periode 2019-2024.

• Arief Poyuono Tanggapi Beredarnya Isu soal Menteri yang Direshuffle Jokowi: Saya juga Menerima
Namun, pihak Partai Demokrat mengatakan bahwa kabar itu tidak benar.
Hingga saat ini belum ada diskusi mengenai hal tersebut dengan Jokowi.
Dilansir tayangan YouTube KompasTV, Jumat (3/7/2020), hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR, Herman Khaeron.
"Kami sebenarnya tidak sampai ke arah sana ya, karena itu menjadi kebutuhan presiden."
"Kalaupun memang Demokrat diajak, tapi tentu sampai saat ini kami belum ada pembicaraan apapun," kata Herman.
Ia menegaskan, saat ini AHY tengah fokus mengurusi uruan partai.
Apalagi masalah menteri merupakan hak Jokowi.
"AHY masih fokus memimpin Demokrat untuk memberikan yang terbaik kepada rakyat, kembali saya sampaikan bahwa hak prerogatif adalah ada di presiden, sehingga urusan reshuffle dan rekrutmen ada di presiden," katanya.
• Arief Poyuono Sebut Dapat Kiriman Kabar Menteri Baru di WA, Ini Jawaban saat Disinggung Nama Ahok
Di sisi lain, banyak pro dan kontra muncul terkait rumor Ahok menjadi menteri di kabinet Jokowi menggantikan Menteri BUMN, Erick Thohir.
Satu di antara yang menolak Ahok jika menjadi menteri adalah Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera.
Mardani dengan tegas menolak Ahok jadi menteri lantaran dianggap sosok yang kontroversial.
Ia khawatir kehadiran Ahok justru berdampak buruk bagi Jokowi.
"Usul saya Pak Ahok ini masih kontroversi sayang Pak Jokowi kalau mengajukan Pak Ahok."
"Akan timbul banyak sekali respon yang itu nanti buruk terhadap modal sosial bangsa, mestinya Pak Jokowi lebih bijak," kata Mardani.
Setali tiga uang dengan Mardani, Pengamat Politik, M Qodari juga tidak setuju Ahok masuk kabinet.
Pasalnya, Ahok dinilai buruk dalam komunikasi publik.
Ia mengakui kerja Ahok memang bagus namun komunikasi bagi pejabat publik juga penting.
• Ahok Bandingkan Gaji saat Jadi Gubernur hingga Kini sebagai Komut Pertamina: Gedean Komisarislah
"Saya tidak setuju diangkat menjadi Menteri dalam reshuffle kabinet yang akan datang, karena Pak Ahok ini lemah dalam urusan komunikasi publik."
"Komunikasi publik itu penting bagi pejabat publik setingkat menteri atau kepala daerah, kerja bagus itu sangat penting, wajib, tapi komunikasi publik juga sangat strategis," katanya.
Lihat videonya berikut:
9 Menteri Ini Dinilai Pantas Dievaluasi
Di acara Prime Talk News Metro tv pada Selasa (30/6/2020), Pengamat Kebijakan Publik, Agus Pambagio menyoroti sejumlah Menteri.
Mulanya, Agus menilai bahwa Jokowi sebenarnya tak ingin merilis video marahnya itu.
Namun karena kinerja masyarakat masih dianggap biasa saja setelah 10 hari maka Jokowi akhirnya menyuruh Istana merilis video tersebut.
"Begini kan yang pertama memang kan Pak Jokowi orang Solo ya dia sebetulnya tanggal 18 itu dengan harapan menterinya sudah melakukan extraordinary ternyata kan tidak."
"Maka Beliau memerintahkan bawahannya melalui Setneg, melalui istana itu melepas saja di publik," ujar Agus.
Pertama hal yang pertama disorot oleh Agus adalah Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto.
"Kalau bagian mana tentu pertama, soalnya pandemi ini kan kesehatan, jadi Menkes harus melakukan sesuatu yang extraordinary," ujar Agus.
Lalu, Agus menilai Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi juga kurang maksimal.
"Kemudian tempat berkumpulnya karena Covid ini kan, pergerakan orang di perhubungan jadi menteri perbuhubungan," katanya.
Lalu soal berantakannya penyaluran bantuan sosial menjadi evaluasi bagi Menteri Sosial, Juliari Batubara.
"Kemudian juga lalu bantuan ketika dilakukan PSBB kan orang miskin harus dikasih makan oleh negara tapi bansos kan berantakan."
"Jadi itu Menteri Sosial itu bertanggung jawab," ucap Agus.

• Gara-gara Ungkapan Ini, Jokowi Dinilai Tak Drama oleh Fahri Hamzah: Sepandai-pandainya Pak Presiden
Kemudian, yang jarang dibahas terkait ketersediaan pangan selama pandemi.
Menurutnya Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo belum menunjukkan kinerjanya dalam mengatasi ketersediaan pangan.
"Keempat kemudian ini kan kita bahas soal pangan dan sampai saat ini belum ada yang bahas serius Menteri Pertanian juga tidak punya bahan soal pangan."
"Padahal sumber pangan kita itu Vietnam dan Thailand sudah melarang berasnya untuk ekspor, lalu kita gimana makan berasnya?"
"Karena semakin rendah ekonomi masyarakat semakin banyak kita makan beras," singgung Agus.
Lalu ada Menteri Pariwisata, Wishnutama yang dinilai sama sekali belum menunjukkan gebrakan.
"Kemudian juga ini pariwisata karena ini apa sektor yang pertama yang terkena tapi sampai hari ini kita tidak tahu peta pariwisata yang dibuat oleh Menteri Pariwisata dan kreatif," kata dia.
• Bayangkan jika Jokowi Lebih Marah Lagi, Effendi Gazali: Mungkin Rocky Gerung akan Datang di ILC
Tak berhenti di sana, sejumlah Menteri Koordinator juga dinilai kurang.
Menteri Koordinator itu antara lain, Luhut Binsar Pandjaitan, Airlangga Hartarto, dan Muhadjir Effendy.
"Kemudian tentu ada Menteri Koordinatornya PMK kemudian, kemudian ada Menteri Koordinatornya Perekonomian dan Menteri Koordinator Marinves (Maritim dan Investasi)," singunggnya.
Terakhir, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto yang turut menjadi sorotan Agus.
"Itu semua saya pikir perlu, kemudian ekonomi kan presiden concern pada ekonomi tentu Menteri Perdagangan sampai hari ini saya belum dengar apa yang dikerjakan Menteri Perdagangan," sambung Agus.
Sehingga ada sembilan Menteri yang disorot oleh Pakar dari Universitas Indonesia itu.
Banyak sektor kemernterian yang dinilai kurang oleh Agus.
Namun, ia menilai menteri-menteri di atas yang dirasa kurang kinerjanya.
"Banyak hal lah tapi itu yang utama, karena pada waktu tahap pertama banyak menteri menteri yang bisa pasang badan."
"Tapi kayaknya sekarang karena dulu persoalan pandemi dan sekarang masuk persoalan ekonomi, saya khawatir daya tahan masyarakat sangat berkurang," jelas Agus.
• Jokowi Marah Sambil Bawa Teks, Effendi Gazali di ILC: Kemarahan yang Dipersiapkan Luar Biasa
Lihat videonya mulai menit ke-17:00:
(TribunWow.com/Mariah Gipty)