Terkini Daerah
Kericuhan Hebat di Madina Tuding Kades Gelapkan Dana Desa, Polisi: Dugaan BLT akan Diselidiki
Protes besar-besaran terjadi di Kabupaten Mandailing Natal akibat warga menilai Kades Mompang Julu menggelapkan BLT yang bersumber dari Dana Desa
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Aksi anarkis terjadi di Desa Mompang Julu, Panyabungan Utara, Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, yang berlangsung dari Senin (29/6/2020) hingga Selasa (30/6/2020) dini hari.
Kerusuhan terjadi karena warga menuding Kepala Desa Mompang Julu Hendri Hasibuan telah menggelapkan bantuan langsung tunai (BLT) yang bersumber dari dana desa.
Karena dinilai tidak transparan dalam mengelola dana desa, ratusan warga akhirnya menggelar protes besar-besaran menuntut Kades Mompang Julu untuk mundur dari posisinya.

• Akhir Ricuh di Madina, Kades Mompang Julu Mundur seusai Dituding Gelapkan BLT Dana Desa
Dikutip dari Kompas.com, Selasa (30/6/2020), seorang warga mengatakan dari total BLT yang seharusnya bernilai Rp 600 ribu per kepala keluarga, hanya tersalurkan sebesar Rp 200 ribu.
"Kenapa bantuan yang seharusnya diberikan Rp 600.000 per kepala keluarga, namun yang didapat hanya Rp 200.000?" ujar Awaluddin, salah seorang warga.
Awaluddin mengatakan warga telah melaporkan masalah tersebut ke berbagai pihak mulai dari polisi hingga pemerintah daerah, namun mereka masih belum mendapat respons.
"Apa yang sudah dilakukan kepala desa ini sudah melanggar hukum, dan hal ini sudah kami laporkan, namun belum ada juga respons dari pemerintah."
"Kami tidak mau lagi ditipu-tipu, kami minta kepala desa dicopot," ujar Awaluddin yang disambut dukungan warga lainnya.
Terkait dugan tersebut, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengatakan pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut soal penggelapan BLT.
"Terkait dugaan BLT akan diselidiki. Untuk anggota yang luka-luka, sebagian sudah kembali. Namun untuk pasukan masih stand by di mako Polres Madina," ucap Tatan, dikutip dari Tribun-Medan.com, Selasa (30/6/2020).
Diketahui pada saat aksi demonstrasi terjadi, ada sekitar 300an massa yang mengikuti aksi demonstrasi tersebut.
Dikutip dari Tribun-Medan.com, Senin (29/6/2020), mereka melakukan pemblokiran jalinsum dengan membakar ban bekas.
Selain blokade jalan, mereka juga membakar sejumlah kendaraan, yakni dua mobil dan satu sepeda motor.
Satu mobil yang dibakar merupakan kendaraan dinas Wakapolres Madina.
Warga juga melakukan penyerangan terhadap personel kepolisian yang bertugas mengamankan aksi kericuhan itu.