Terkini Internasional
Hadapi Aksi Pemboikotan, Facebook Ubah Aturan Pemasangan Iklan, Larang Penyebaran Ujaran Kebencian
CEO Facebook Mark Zuckerberg, mengatakan akan mengubah kebijakan perusahaan untuk melarang iklan yang mengandung ujaran kebencian, Jumat (26/6/2020).
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - CEO Facebook Mark Zuckerberg, mengatakan akan mengubah kebijakan perusahaan untuk melarang iklan yang mengandung ujaran kebencian, Jumat (26/6/2020).
Hal ini dilakukan setelah Facebook menghadapi aksi pemboikotan dari sejumlah pihak yang meminta agar iklan-iklan bernada kebencian dihapuskan dari platform tersebut.
Selain itu, Facebook juga akan memberi label peringatan terhadap unggahan-unggahan yang dinilai memiliki indikasi pelanggaran terhadap aturan komunitas.
• Donald Trump Protes, Video Kampanyenya terkait George Floyd Dihapus Twitter dan Facebook
Dilansir cnbc.com, Jumat (26/6/2020), di bawah kebijakan barunya, Facebook akan melarang iklan yang menuduh ras tertentu.
Facebook juga melarang iklan yang merendahkan etnis, kebangsaan, kasta, jenis kelamin, orientasi seksual atau asal imigrasi.
Pasalnya, hal itu merupakan ancaman terhadap keselamatan fisik atau kesehatan orang lain.
“Saya berkomitmen untuk memastikan Facebook tetap menjadi tempat di mana orang dapat menggunakan suara mereka untuk membahas masalah-masalah penting,” kata Zuckerberg.
“Tapi saya juga menentang kebencian atau apa pun yang memicu kekerasan atau menekan pemungutan suara."
"Kami berkomitmen untuk menghapus konten itu juga, tidak peduli dari mana asalnya,” tegasnya.
Selain itu, Zuckerberg mengatakan Facebook akan berbuat lebih banyak untuk melindungi imigran, migran, pengungsi dan pencari suaka dari iklan yang menunjukkan bahwa mereka lebih rendah daripada kelompok orang lain.
Juga dari iklan yang menyatakan penghinaan, penolakan, atau rasa jijik yang ditujukan kepada mereka.
Komentar Zuckerberg muncul setelah hampir 100 merek mengumumkan bahwa mereka akan menarik iklan mereka dari Facebook untuk bulan Juli atau lebih sebagai bagian dari gerakan yang disebut #StopHateForProfit.
Gerakan itu memprotes kegagalan Facebook yang berulang-ulang untuk mengatasi penyebaran ujaran kebencian pada platformnya.
Namun, Zuckerberg tidak secara langsung menyebut aksi boikot tersebut dalam pidatonya.
• Kapolri Cabut Maklumat Larangan dan Imbauan terkait Virus Corona, Adaptasi New Normal
Perusahaan yang melakukan pemboikotan tersebut termasuk pelanggan besar seperti Unilever dan Verizo, beserta perusahaan kecil seperti Patagonia, REI, Lending Club dan The North Face.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/mark-zuckerberg_20180112_192342.jpg)